Jakarta - Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar televisi, Samsung menunjukkan sikap optimis. Perusahaan asal Korea Selatan ini memandang kompetisi sebagai pendorong untuk terus berinovasi, dengan segmen premium di Indonesia menjadi salah satu fokus utama mereka pada tahun 2026.
Pimpinan Samsung mengungkapkan strategi mereka untuk bersaing di pasar TV premium yang semakin kompetitif, termasuk di Indonesia. Samsung berencana untuk memanfaatkan teknologi Vision AI serta inovasi terbaru dalam tampilan seperti Micro RGB untuk mempertahankan posisinya di pasar. "Kompetisi membuat kami terus berkembang dan berinovasi. Namun, kami percaya brand yang akan terus memimpin adalah mereka yang mampu menyeimbangkan inovasi dengan pengalaman sehari-hari yang andal dan dapat dipercaya konsumen," ungkap CU Kim, President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania.
Inovasi Teknologi untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Baik
Samsung meyakini bahwa masa depan industri televisi akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan kecerdasan buatan (AI) dalam menciptakan pengalaman menonton yang lebih personal dan responsif. Oleh karena itu, perusahaan ini kini fokus pada pengembangan Vision AI yang diklaim dapat menjadikan TV sebagai teman cerdas. Teknologi ini memungkinkan televisi untuk memahami preferensi pengguna, memberikan rekomendasi konten yang relevan, serta mengoptimalkan kualitas gambar dan suara secara otomatis.
Selain itu, Samsung juga mencatat adanya tren meningkatnya minat konsumen terhadap televisi premium dengan ukuran layar yang lebih besar dan pengalaman visual yang lebih mendalam. "Di tahun 2026, Samsung berkomitmen untuk terus mempertahankan posisi kepemimpinan di tengah lanskap pasar yang semakin kompetitif," tambah CU Kim.
Fokus pada Pasar Indonesia dan Inovasi Display Terbaru
Untuk pasar Indonesia, CU Kim menyoroti meningkatnya harapan konsumen akan kualitas gambar dan pengalaman menonton yang lebih imersif. Tren ini sejalan dengan pergeseran konsumen menuju layar yang lebih besar dan kategori premium. Samsung merespons peluang ini dengan meluncurkan dua inovasi terbaru dalam tampilan: Micro RGB TV, yang disebut CU Kim sebagai "leading innovation di industri", dan Mini LED TV, keduanya akan resmi hadir di pasar Indonesia pada tahun 2026.
Tidak hanya mengandalkan kualitas gambar, Samsung juga memperkuat ekosistem televisi mereka melalui integrasi SmartThings, Samsung Knox, fitur keberlanjutan, aksesibilitas, serta dukungan pembaruan Samsung Tizen OS selama tujuh tahun. Menurut Samsung, dukungan perangkat lunak jangka panjang dan jaringan layanan yang solid menjadi salah satu faktor penting yang membuat konsumen tetap memilih produk mereka di tengah banyaknya pilihan TV premium yang ada di pasar.
CU Kim juga menegaskan bahwa Samsung ingin menghadirkan televisi yang dapat menjadi bagian dari gaya hidup modern pengguna, bukan hanya sekadar perangkat hiburan. "TV merupakan bagian jangka panjang dalam kehidupan keluarga yang dinikmati bersama, dan tujuan kami adalah menghadirkan TV yang dapat menyatu secara seamless dengan rutinitas, ruang, dan gaya hidup sehari-hari," tutupnya.