Teknologi

Shivon Zilis: Peran Kunci dalam Kontroversi Musk dan OpenAI

Shivon Zilis, seorang eksekutif di perusahaan Elon Musk dan mantan anggota dewan OpenAI, terlibat dalam sengketa hukum antara Musk dan OpenAI, yang mengungkap hubungan pribadi dan profesional yang rum...

N
Nathania Gabriella Wardani
10 May 2026 11 pembaca
Shivon Zilis: Peran Kunci dalam Kontroversi Musk dan OpenAI
Foto: Dok. Shivon Zilis

Shivon Zilis, seorang eksekutif di perusahaan milik Elon Musk serta anggota dewan OpenAI pada tahun 2022, menyimpan sebuah rahasia besar: Musk adalah ayah dari anak kembarnya yang lahir setahun sebelumnya. Selain itu, mereka juga memiliki dua anak lainnya. Kini, hubungan Zilis dengan Musk membawanya ke tengah pertempuran hukum antara Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia, dan OpenAI. Kesaksian Zilis mengungkapkan perannya sebagai penghubung informasi antara Musk dan OpenAI, di mana ia bertindak sebagai perantara hingga Musk mendirikan perusahaan kecerdasan buatan baru pada tahun 2023.

Musk, yang merupakan salah satu pendiri dan penyandang dana OpenAI, menggugat perusahaan tersebut beserta para pemimpinnya dengan tuduhan penipuan, pelanggaran kepercayaan amal, dan memperkaya diri sendiri setelah mengubah misi nirlaba menjadi berorientasi laba. Zilis awalnya terlibat sebagai penggugat dalam kasus ini, namun kemudian memutuskan untuk mundur.

Kontroversi dan Tuduhan

OpenAI membantah klaim Musk, menyatakan bahwa justru Musk yang mendorong pembentukan anak perusahaan yang berorientasi laba. Mereka menuduh Musk menggugat OpenAI karena gagal mendapatkan kendali penuh atas perusahaan tersebut setelah meninggalkan OpenAI pada tahun 2018. Dalam konteks ini, OpenAI mengklaim bahwa Zilis mengetahui rencana Musk untuk meluncurkan pesaing sebelum informasi tersebut menjadi publik. Dalam sebuah pesan teks kepada seorang teman, Zilis mengungkapkan bahwa ia harus mundur dari dewan karena upaya Musk telah menjadi perhatian banyak orang.

"Ketika ayah dari bayi-bayimu memulai upaya yang kompetitif dan akan merekrut dari OpenAI, tidak ada yang bisa dilakukan," tulis Zilis dalam pesan yang dijadikan bukti.

Peran Zilis dalam OpenAI

Zilis memiliki peran penting dalam interaksi Musk dengan OpenAI sejak awal berdirinya perusahaan tersebut, termasuk dalam diskusi pada tahun 2017 mengenai kemungkinan pembentukan struktur yang dapat menghasilkan laba untuk mendanai pengembangan AI. Beberapa opsi yang dibahas mencakup pengembangan perusahaan pencetak laba atau akuisisi OpenAI oleh Tesla.

Pengacara OpenAI berusaha menunjukkan bahwa Zilis dan Musk mendiskusikan pembentukan entitas pencetak laba untuk perusahaan AI tersebut, sementara pengacara Musk berupaya membuktikan bahwa Zilis percaya OpenAI telah melanggar misi nirlaba. Setelah Musk keluar dari dewan OpenAI dan menghentikan pendanaan, Zilis tetap berfungsi sebagai perantara bagi Musk, yang ingin Zilis tetap dekat dan ramah, serta berencana merekrut beberapa staf OpenAI ke Tesla.

Presiden OpenAI, Greg Brockman, bersaksi bahwa Zilis pernah menyatakan bahwa hubungannya dengan Musk bersifat platonis, sehingga dewan mengizinkannya untuk tetap bertugas. Brockman menambahkan bahwa ia tidak mengetahui adanya hubungan asmara antara Zilis dan Musk.

Jika Musk memenangkan kasus ini, hasilnya bisa berdampak signifikan pada perlombaan AI, termasuk kemungkinan memaksa OpenAI untuk kembali ke struktur nirlaba dan mencabut posisi Altman serta Brockman dari dewan direksi. Zilis bersaksi bahwa hubungannya dengan Musk tidak memengaruhi perilakunya sebagai anggota dewan OpenAI. Ia pernah mendukung investasi sebesar USD 10 miliar dari Microsoft, yang mendapat kritik tajam dari Musk. Zilis mengungkapkan bahwa pandangannya terhadap OpenAI berubah setelah kritik Musk terhadap investasi tersebut, termasuk keterlibatan CEO Microsoft, Satya Nadella, yang memulihkan Altman sebagai CEO setelah ia sempat digulingkan.

"Tampaknya semua yang telah kami bangun bersama sejak awal sebagai lembaga nirlaba untuk sekadar mempertahankan misi menjadikan ini baik bagi kemanusiaan, entah bagaimana telah direnggut atau kehilangan taringnya," ungkap Zilis.

Zilis pertama kali bertemu Musk pada tahun 2016 melalui perannya di OpenAI sebagai penasihat. Hubungan mereka kemudian berkembang dari persahabatan menjadi hubungan romantis singkat, sebelum berujung pada kerja sama profesional. Saat ini, Zilis memegang posisi senior di Tesla, xAI, dan Neuralink. Menjelang akhir tahun 2020, Musk memberikan tawaran yang berbeda, menjadikannya ayah dari anak-anaknya. "Secara umum ia mendorong semua orang di sekitarnya untuk memiliki anak, dan mengatakan jika itu menarik bagi saya, ia akan dengan senang hati memberikan donasi," kata Zilis. Anak kembar mereka lahir melalui bayi tabung pada tahun 2021.

Hanya sedikit orang yang mengetahui identitas ayah dari anak-anak Zilis, termasuk ayahnya sendiri, karena ia telah menandatangani perjanjian kerahasiaan. Namun pada tahun 2022, Business Insider mengungkapkan berita tersebut. Zilis awalnya menggambarkan peran Musk sebagai donor, tetapi seiring waktu, peran Musk berkembang menjadi seorang ayah yang terlibat, dan mereka pun memiliki dua anak lagi.

Artikel Terkait