Teknologi

Samsung Memperkenalkan Era Baru TV dengan Vision AI

Samsung percaya bahwa masa depan televisi tidak hanya terletak pada ukuran layar atau kualitas gambar, tetapi juga pada kemampuan kecerdasan buatan yang dapat memahami kebutuhan pengguna.

J
Jonathan Michael Saputra
15 May 2026 12 pembaca
Samsung Memperkenalkan Era Baru TV dengan Vision AI
Samsung Yakin Masa Depan TV Ada di Vision AI, Bukan Sekadar Layar. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Jakarta - Samsung meyakini bahwa televisi di masa depan tidak hanya akan berfokus pada ukuran layar yang besar atau resolusi gambar yang tinggi. Perusahaan asal Korea Selatan ini menilai bahwa perkembangan terbaru dalam dunia televisi kini beralih ke perangkat hiburan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memahami keinginan penggunanya. Pandangan ini diungkapkan oleh CU Kim, Presiden & CEO Samsung Electronics untuk kawasan Asia Tenggara dan Oseania, saat menjelaskan visi perusahaan dalam menghadirkan teknologi Vision AI pada lini televisi terbarunya.

Selama beberapa dekade, inovasi dalam televisi lebih banyak terfokus pada peningkatan kualitas tampilan dan performa perangkat keras. Namun, menurut CU Kim, saat ini arah perkembangan mulai bergeser, di mana AI menjadi elemen penting yang memungkinkan televisi untuk beradaptasi dengan kebiasaan pengguna. "Televisi kini memasuki era baru. Yang berubah adalah bagaimana intelligence dibangun di atas fondasi tersebut, memungkinkan TV untuk lebih memahami konten, mempelajari preferensi pengguna, dan menyesuaikan pengalaman penggunaan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Apa Itu Vision AI?

Samsung menjelaskan bahwa Vision AI dirancang untuk menjadikan televisi sebagai pendamping hiburan pintar di rumah. Teknologi ini memberikan kemampuan bagi televisi untuk secara otomatis mengoptimalkan kualitas gambar dan suara sesuai dengan konten yang sedang ditonton serta kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, Vision AI juga dilengkapi dengan fitur conversational AI yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan televisi secara lebih alami, termasuk meminta rekomendasi tontonan atau informasi tertentu secara langsung.

Menurut Samsung, tujuan utama dari Vision AI bukanlah untuk mengubah kebiasaan menonton masyarakat, melainkan untuk meningkatkan pengalaman menikmati konten agar lebih seamless, personal, dan intuitif. "Perubahan paling nyata yang dapat dirasakan pengguna adalah kesederhanaan dalam pengalaman penggunaan. TV ini mampu beradaptasi secara otomatis dan memberikan rekomendasi yang relevan," ungkap CU Kim.

Relevansi Teknologi untuk Konsumen Indonesia

Samsung meyakini bahwa teknologi ini akan sangat relevan bagi konsumen di Indonesia. Saat ini, televisi telah menjadi pusat hiburan keluarga, terutama untuk streaming berbagai layanan konten digital, baik yang gratis maupun berbayar. Peningkatan konsumsi streaming menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penggunaan televisi di Indonesia, sehingga menciptakan kebutuhan akan pengalaman menonton yang lebih imersif dan cerdas.

Oleh karena itu, Samsung percaya bahwa fitur seperti AI Picture Enhancement dan Adaptive Sound akan memberikan manfaat yang signifikan bagi pengguna sehari-hari. Selain memperkenalkan Vision AI, Samsung juga meluncurkan inovasi televisi terbaru seperti Micro RGB TV dan Mini LED TV di Indonesia, yang merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan televisi yang dapat menyatu secara alami dalam kehidupan pengguna. "Masa depan TV terletak pada bagaimana teknologi dapat menyatu secara seamless dalam kehidupan sehari-hari - memahami pengguna, beradaptasi dengan kebutuhan mereka, dan membuat setiap momen terasa lebih bermakna," tutup CU Kim.

Artikel Terkait