Samsung Electronics membuat keputusan yang mengejutkan dengan menghentikan penjualan perangkat televisi dan peralatan rumah tangga di China. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya persaingan dari produsen lokal di negara tersebut.
Menurut sumber dari industri, perusahaan asal Korea Selatan tersebut menjelaskan bahwa penghentian penjualan ini merupakan hasil dari pertimbangan terhadap kondisi pasar yang semakin kompetitif dan perubahan cepat dalam lingkungan bisnis. Meskipun menghentikan penjualan untuk segmen elektronik konsumen kelas menengah ke bawah, hal ini tidak berarti Samsung sepenuhnya meninggalkan pasar China. Perusahaan ini hanya melakukan restrukturisasi untuk mengurangi operasional produk dengan margin rendah dan mengalihkan sumber daya ke sektor bisnis yang lebih menguntungkan.
Fokus pada Smartphone dan Semikonduktor
Samsung akan tetap melanjutkan bisnis perangkat selulernya di China. Perusahaan berencana untuk terus menyediakan produk dan layanan berbasis Galaxy AI, termasuk smartphone layar lipat eksklusif dari seri W yang dirancang khusus untuk pasar China. Selain itu, bisnis semikonduktor dan peralatan medis juga akan tetap beroperasi seperti biasa.
Samsung bahkan berencana untuk memperluas kolaborasi dengan perusahaan AI lokal di China untuk mengembangkan fitur-fitur baru yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen di sana.
Pabrik dan Layanan Purnajual Tetap Beroperasi
Keputusan untuk menghentikan penjualan tidak berdampak pada lini produksi dan penelitian. Samsung akan tetap mengoperasikan pabrik peralatan rumah tangga di Suzhou, serta fasilitas pabrik semikonduktor di Xi'an dan Suzhou. Aktivitas riset dan pengembangan yang berkaitan dengan perangkat seluler, TV, dan perabotan rumah tangga juga akan terus berjalan di China.
Bagi konsumen yang telah membeli TV atau kulkas Samsung, mereka tidak perlu khawatir. Perusahaan memastikan bahwa layanan purnajual untuk pelanggan yang sudah ada akan tetap beroperasi, baik untuk perbaikan gratis maupun berbayar sesuai dengan masa garansi dan peraturan perlindungan konsumen setempat.
Menjelang restrukturisasi besar-besaran ini, Samsung telah melakukan perubahan pada jajaran pimpinan di divisi bisnis TV mereka. Pada 4 Mei lalu, perusahaan menunjuk Lee Won-jin sebagai kepala tim baru untuk Bisnis Tampilan Visual dan Bisnis Layanan.
Langkah mundur Samsung dari pasar peralatan rumah tangga ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak bulan April lalu, di mana muncul spekulasi mengenai perampingan bisnis monitor Samsung di China. Beberapa media lokal melaporkan adanya penundaan pengiriman monitor hingga pembatalan beberapa pesanan besar untuk pasar China. Sejumlah distributor lokal bahkan dilaporkan hanya menghabiskan sisa stok yang ada tanpa menerima pasokan baru dari Samsung.