Teknologi

Kesaksian Mantan Rekan Kerja Sam Altman: Tuduhan Kebohongan Terungkap di Persidangan

Mira Murati, mantan CTO OpenAI, memberikan kesaksian di pengadilan bahwa Sam Altman sering berbohong dan menciptakan kekacauan di perusahaan. Kesaksian ini terungkap dalam konteks persidangan yang mel...

L
Luthfi Zaki Maulana
17 May 2026 15 pembaca
Kesaksian Mantan Rekan Kerja Sam Altman: Tuduhan Kebohongan Terungkap di Persidangan
CTO OpenAI terdahulu, Mira Murati, menyebut Sam Altman suka menceritakan kebohongan. Foto: REUTERS/Brian Snyder

Jakarta - Dalam sebuah persidangan yang berlangsung melalui video, Mira Murati, mantan rekan kerja Sam Altman, mengungkapkan bahwa Altman memiliki kebiasaan berbohong. Murati, yang sebelumnya menjabat sebagai CTO OpenAI dan memiliki hubungan dekat dengan Altman, kini menuduhnya telah menimbulkan kekacauan di dalam perusahaan.

Murati, yang meninggalkan OpenAI pada tahun 2024, mengungkapkan bahwa Altman seringkali "mengatakan satu hal kepada satu orang dan hal yang sepenuhnya berlawanan kepada orang lain". Kesaksian ini menjadi bagian dari proses hukum yang menyelidiki perilaku dan keputusan Altman saat menjabat sebagai CEO.

Pesan Teks yang Mengungkapkan Ketidakpastian

Pengadilan juga meninjau pesan teks yang dikirim Altman kepada Murati pada tahun 2023, saat dewan direksi OpenAI memecatnya. Dalam periode singkat sebelum diangkat kembali lima hari kemudian, Altman mengirimkan serangkaian pertanyaan kepada Murati mengenai masa depannya di perusahaan. Dalam salah satu pesan, Altman bertanya, "Bisakah Anda menunjukkan secara langsung apakah prospeknya baik atau buruk?" Murati menjawab, "Secara langsung sangat buruk," yang kemudian direspon Altman dengan singkat, "Oke."

Pernyataan Saksi Lain Mengenai Altman

Murati bukan satu-satunya saksi yang memberikan kesaksian mengenai perilaku Altman. Helen Toner, mantan anggota dewan direksi yang mendukung pemecatan Altman, menyatakan dalam deposisi video bahwa terdapat pola perilaku yang berkaitan dengan kejujuran dan keterusterangan yang menyebabkan keputusan pemecatan tersebut. Selain itu, Natasha McCauley, mantan anggota dewan lainnya, menuduh Altman telah menyebabkan krisis berulang melalui kepemimpinannya.

Pada hari Senin, pengacara Elon Musk juga memanggil Ilya Sutskever, salah satu pendiri OpenAI dan mantan kepala ilmuwan, untuk memberikan kesaksian. Sutskever, yang juga merupakan anggota dewan yang memecat Altman dan meninggalkan perusahaan pada tahun 2024, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai cara Altman menjalankan perusahaan dan masalah kejujurannya. Pengacara Musk, Steven Molo, menanyakan, "Anda mengatakan kepada dewan direksi bahwa Altman 'menunjukkan pola yang konsisten dalam berbohong, merusak reputasi para eksekutifnya, dan mengadu domba para eksekutifnya'?" Sutskever menjawab, "Ya," menegaskan pandangannya saat itu.

Artikel Terkait