Teknologi

Google Izinkan Penggunaan AI Gemini oleh Militer AS Meski Ada Protes Karyawan

Meskipun ratusan karyawan Google melakukan protes, perusahaan tersebut tetap memberikan izin kepada militer Amerika Serikat untuk menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) Gemini dalam jaringan rahasi...

M
Mikayla Rahmadani
30 April 2026 13 pembaca
Google Izinkan Penggunaan AI Gemini oleh Militer AS Meski Ada Protes Karyawan
Foto: Google

Jakarta - Protes yang dilakukan oleh ratusan karyawan Google tampaknya tidak berpengaruh. Pentagon, yang merupakan bagian dari pemerintah Amerika Serikat, dilaporkan telah mencapai kesepakatan resmi dengan Google untuk memanfaatkan sistem kecerdasan buatan (AI) Gemini dalam jaringan militer mereka. Informasi ini diperoleh dari seorang pejabat anonim yang mengetahui rincian kesepakatan tersebut.

Meskipun rincian kontrak tersebut dirahasiakan, langkah ini menunjukkan ambisi Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, untuk mengubah militer AS menjadi kekuatan yang mengutamakan teknologi AI. Juru bicara Google, Kate Dreyer, tidak memberikan penjelasan spesifik mengenai kontrak tersebut, tetapi menegaskan bahwa perusahaan mendukung keamanan nasional. "Kami bangga menjadi bagian dari konsorsium luas yang terdiri dari laboratorium AI terkemuka serta perusahaan teknologi dan cloud yang menyediakan layanan infrastruktur AI untuk mendukung keamanan nasional," ungkap Dreyer.

Dreyer juga menekankan bahwa Google berkomitmen untuk memastikan bahwa AI tidak digunakan untuk pengawasan massal domestik atau senjata otonom tanpa pengawasan manusia yang memadai. Kesepakatan ini muncul di tengah upaya Pentagon yang intens untuk menegosiasikan kontrak baru dengan beberapa perusahaan AI besar di AS, di mana mereka ingin memasukkan klausul yang memperbolehkan "segala penggunaan yang sah" dari sistem AI tersebut.

Kontroversi muncul terutama dari perusahaan AI Anthropic, yang CEO-nya, Dario Amodei, meminta jaminan dari Pentagon agar model AI mereka tidak disalahgunakan. Penolakan tersebut membuat Hegseth menganggap Anthropic sebagai "risiko rantai pasokan terhadap keamanan nasional." Ketegangan meningkat ketika Presiden Donald Trump melarang lembaga federal menggunakan produk Anthropic, yang berujung pada gugatan perusahaan tersebut terhadap Departemen Pertahanan AS.

Sementara itu, OpenAI juga telah menyepakati kontrak serupa dengan Pentagon, namun terpaksa merevisi kesepakatan mereka setelah mendapatkan protes dari publik. CEO OpenAI, Sam Altman, mengubah klausul agar layanan mereka tidak digunakan untuk pengawasan domestik terhadap warga negara AS. Namun, para ahli mengingatkan bahwa jaminan di atas kertas sering kali berbeda dengan praktik di lapangan, dan publik mungkin kesulitan menilai seberapa kuat larangan pengawasan domestik tersebut ditegakkan.

Kesepakatan ini menunjukkan bahwa meskipun ada penolakan dari dalam perusahaan, langkah Pentagon untuk memanfaatkan teknologi AI dalam militer terus berlanjut, dan perkembangan lebih lanjut mengenai implementasi AI Gemini diharapkan dapat terungkap di masa mendatang.

Artikel Terkait