KOMPAS.com - Setelah menjalani sesi olahraga yang cukup intens, banyak orang biasanya bangun dengan rasa pegal atau nyeri pada otot di hari berikutnya. Rasa nyeri ini sering kali dianggap sebagai tanda bahwa latihan yang dilakukan sudah optimal. Banyak orang beranggapan bahwa sensasi tersebut menunjukkan bahwa tubuh sedang berjuang dan membangun kekuatan baru. Namun, terkadang setelah berolahraga, otot tidak menunjukkan tanda-tanda nyeri. Apakah ini berarti latihan yang dilakukan tidak memberikan hasil?
Memahami Rasa Nyeri Setelah Berolahraga
Rasa nyeri yang muncul setelah berolahraga sebenarnya menandakan adanya kerusakan kecil pada otot, namun bukan dalam pengertian yang negatif. Secara medis, kondisi ini dikenal dengan istilah nyeri otot onset tertunda (delayed onset muscle soreness atau DOMS). "Nyeri otot yang dirasakan sehari setelah latihan intensif diyakini berkaitan dengan cedera mikro pada tingkat otot rangka," jelas dr. Michael Medvecky, MD, seorang spesialis kedokteran olahraga dan ahli bedah ortopedi.
Menurut dr. Bohdanna Zazulak, seorang spesialis ortopedi dan terapis fisik, nyeri otot onset tertunda biasanya terjadi setelah latihan eksentrik, yaitu latihan yang memberikan tekanan pada otot saat memanjang, seperti saat menurunkan beban secara perlahan atau menahan posisi tertentu. Dr. Medvecky menambahkan bahwa meskipun terdengar aneh untuk sengaja merobek jaringan otot, fase pemulihan dari robekan mikro ini sangat penting untuk membangun massa otot atau hipertrofi. Dengan kata lain, kita perlu "merusak" jaringan otot terlebih dahulu agar dapat tumbuh lebih kuat dan bertenaga.
Efektivitas Latihan Tanpa Rasa Nyeri
Sensasi nyeri ringan setelah rutinitas olahraga yang menantang adalah hal yang wajar. Namun, jika rasa nyeri tersebut tidak muncul setelah berlatih, bukan berarti latihan tersebut sia-sia. "Manfaat olahraga untuk tubuh, pikiran, dan jiwa tidak dapat diukur. Olahraga akan membantu kita merasa lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Tubuh kita memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dengan berbagai tuntutan," ungkap dr. Zazulak.
Otot manusia memiliki kemampuan untuk dengan cepat mengenali dan beradaptasi dengan pola latihan yang dilakukan secara berulang, baik itu dalam hal berat beban, intensitas, durasi, kecepatan, maupun variasi gerakannya. Ketika tubuh sudah sepenuhnya beradaptasi dengan pola ini, otot tidak lagi terkejut, sehingga rasa pegal perlahan menghilang, meskipun kita tetap mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal. "Variasi adalah kunci dalam mencapai potensi tubuh. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan beban, mengubah rutinitas, dan mencoba latihan silang untuk menantang diri sendiri dengan cara baru," kata dr. Medvecky.
Penyebab Tidak Terasa Nyeri Setelah Berolahraga
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan otot tidak lagi terasa sakit setelah berolahraga. Selain adaptasi tubuh, kekuatan otot inti juga berperan penting. "Penelitian kami menunjukkan bahwa otot inti yang sehat sangat penting untuk mencegah cedera," kata dr. Medvecky. "Kekuatan otot di area ini membantu menjaga postur tubuh saat bergerak, sehingga dapat mencegah beban berlebih dan cedera di seluruh tubuh."
Di sisi lain, dr. Zazulak menambahkan bahwa hilangnya rasa pegal juga bisa berarti intensitas latihan yang dilakukan kurang berat. Meskipun demikian, sebelum meningkatkan porsi latihan, penting untuk memperhatikan kemampuan tubuh dan mengenali batasan agar tidak mengalami kelelahan.
Cara merawat diri setelah berolahraga juga berpengaruh besar dalam mencegah munculnya rasa nyeri berlebihan keesokan harinya. "Pola makan yang sehat, asupan air yang cukup, tidur yang teratur, serta melakukan pemanasan dan pendinginan sangat membantu proses pemulihan otot," jelas dr. Zazulak.