Postur tubuh yang tidak baik tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan. Postur yang benar berhubungan erat dengan keseimbangan otot, tulang, dan sendi, serta kemampuan tubuh dalam menopang beban saat beraktivitas. Penelitian menunjukkan bahwa postur tegak dapat mengurangi hormon stres dan meningkatkan kadar testosteron, yang berkontribusi pada rasa percaya diri dan suasana hati yang lebih positif. Namun, ada berbagai kebiasaan buruk sehari-hari yang dapat menyebabkan postur tubuh menjadi tidak proporsional.
Kebiasaan Buruk yang Merusak Postur Tubuh
1. Terlalu sering menunduk saat menggunakan gadget
Kebiasaan menunduk saat melihat layar ponsel adalah penyebab umum dari postur tubuh yang buruk. Posisi ini secara tidak sadar mendorong kepala ke depan dan membuat leher bekerja lebih keras untuk menopang berat kepala. "Texting (mengetik pesan di ponsel) menyebabkan cedera pada leher, bungkuk, dan akhirnya sakit. Hal-hal seperti ini nih, yang paling sering terjadi pada zaman sekarang ini," jelas dr. Jansen Lee dalam sebuah sesi talkshow.
Kebiasaan ini juga dapat menyebabkan bahu menjadi membulat. Ketika kepala dan bahu tertarik ke depan, tubuh kehilangan garis gravitasi yang ideal, sehingga postur semakin membungkuk seiring waktu. Untuk memperbaiki hal ini, dr. Jansen menyarankan agar penggunaan ponsel dilakukan dengan posisi tubuh yang tegak.
2. Duduk terlalu lama di depan komputer dengan posisi yang salah
Bagi para pekerja kantoran, ancaman terhadap postur tubuh sering kali berasal dari rutinitas di meja kerja. Menurut dr. Jansen, tinggi meja dan kursi yang tidak sesuai dapat menjadi sumber masalah yang sering diabaikan. "Banyak sekali orang tidak menyadari, ketika tinggi meja dengan tinggi kursinya tidak proporsional, itu akan memengaruhi tulang belakang, panggul, bahu, dan siku," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa meja yang terlalu tinggi dapat membuat bahu terangkat terus-menerus, sedangkan meja yang terlalu rendah dapat menyebabkan tubuh membungkuk. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan nyeri pada berbagai bagian tubuh. Sayangnya, dampak dari postur yang salah sering kali tidak langsung terasa, namun jika posisi tersebut dipertahankan selama berjam-jam, tubuh akan beradaptasi dengan pola yang keliru.
3. Membiarkan tubuh terus membungkuk bahkan ketika berdiri
Kondisi membungkuk atau kifosis tidak hanya membuat seseorang terlihat kurang tegap. Menurut dr. Jansen, kondisi ini juga mengubah distribusi beban tubuh saat melawan gravitasi. Saat berjalan, kepala dan bahu yang terus bergerak ke depan membuat pinggang berusaha mengimbanginya, sehingga punggung bawah bekerja lebih keras dan lebih cepat mengalami kelelahan. "Perubahan gravitasi tubuh tersebut akan menyebabkan gangguan pada postur tubuh," tambahnya.
4. Kurang bergerak dan jarang berolahraga
Kebiasaan jarang bergerak dapat menyebabkan massa otot berkurang, yang dikenal sebagai sarkopenia. "Sarkopenia merupakan sumber dari penyebab osteoporosis. Jadi, setiap orang yang membahas tentang osteoporosis, sebenarnya selalu diawali dengan sarkopenia, otot yang mengecil. Ketika banyak olahraga, biasanya tulangnya akan semakin kuat,” kata dr. Jansen.
Ia mengingatkan bahwa bergerak adalah kunci untuk hidup sehat dan berkualitas. Otot yang tidak digunakan akan terus melemah, dan postur tubuh yang buruk akan semakin sulit diperbaiki seiring bertambahnya usia. "Motion is life. Motion is lotion. Dengan bergerak itu adalah lotion, untuk membuat badan kita jadi lebih elastis," tutup dr. Jansen.