Teknologi

Sistem Klasifikasi Game IGRS: Langkah Penting untuk Melindungi Anak

Indonesia Game Rating System (IGRS) telah ditetapkan sebagai sistem klasifikasi game berdasarkan usia, yang dianggap penting untuk melindungi anak-anak, dengan peran orang tua yang tetap krusial.

A
Angelica Putri Wijaya
25 October 2026 6 pembaca
Ilustrasi anak-anak bermain game online (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Ilustrasi anak-anak bermain game online (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta - Komdigi telah mengimplementasikan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai sistem klasifikasi permainan berdasarkan usia. Inisiatif ini dianggap penting untuk melindungi anak-anak, meskipun peran orang tua tetap sangat vital.

Psikolog anak dan pakar parenting, Veronica Adesla, menjelaskan bahwa sistem penilaian game berdasarkan usia merupakan langkah awal yang signifikan dan positif sebagai upaya pencegahan untuk melindungi perkembangan psikologis anak di tengah kemajuan teknologi digital yang pesat. Menurutnya, anak-anak memiliki tingkat kematangan kognitif, emosional, dan kemampuan mengendalikan perilaku yang bervariasi sesuai dengan usia mereka. Oleh karena itu, tidak semua anak memiliki kemampuan yang cukup untuk memahami, mengolah, atau merespons konten yang mereka temui dalam permainan digital.

Pentingnya Pemahaman Usia dalam Bermain Game

Anak-anak yang masih kecil seringkali tidak dapat membedakan bahwa perilaku karakter dalam game tidak dapat diterapkan di dunia nyata. Sementara itu, anak remaja mungkin sudah lebih memahami hal ini, tetapi mereka masih dalam proses belajar untuk menahan diri, mempertimbangkan konsekuensi, dan mengelola emosi mereka. Veronica menekankan bahwa sistem klasifikasi ini dapat membantu orang tua dalam memilih permainan yang lebih sesuai dengan perkembangan anak.

Pengaruh Durasi dan Lingkungan terhadap Dampak Game

Sistem klasifikasi permainan mencakup kategori usia seperti 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Namun, Veronica mengingatkan bahwa rating usia tidak menjamin bahwa game tersebut aman secara psikologis bagi setiap anak dalam kelompok usia tersebut. Ia menjelaskan bahwa dampak dari permainan juga dipengaruhi oleh durasi bermain, tingkat keterlibatan, interaksi dengan pemain lain, karakteristik pribadi anak, serta kondisi psikologis dan lingkungan keluarganya.

Veronica menambahkan, "Game yang tidak mengandung kekerasan dan sesuai untuk usia anak sekalipun dapat menjadi masalah jika dimainkan secara berlebihan, yang dapat mengganggu tidur, aktivitas fisik, hubungan sosial, atau tanggung jawab sekolah." Ia berpendapat bahwa keberhasilan sistem rating game juga bergantung pada pengawasan, edukasi, pendampingan, dan penerapan yang konsisten. Selain itu, pengembangan kemampuan diri anak dalam regulasi emosi, pengendalian dorongan, dan pemecahan masalah juga menjadi faktor penting.

Veronica menutup dengan pernyataan bahwa sistem rating adalah langkah awal dalam perlindungan anak, tetapi bukan satu-satunya solusi. Berdasarkan data dari Komdigi, IGRS menjadi sistem klasifikasi game nasional pertama di Asia Tenggara yang berlaku untuk permainan lokal maupun global. Studio dan penerbit game diwajibkan untuk mengklasifikasikan permainan mereka. Komdigi juga bekerja sama dengan International Age Rating Coalition (IARC) untuk memudahkan adopsi oleh platform distribusi global.

Hingga September 2026, terdapat 3.623 game yang telah melalui proses verifikasi manual, dengan rincian sebagai berikut: 1.855 game untuk rating 3+, 1 game untuk rating 7+, 953 game untuk rating 13+, 138 game untuk rating 15+, 605 game untuk rating 18+, dan 71 game untuk rating RC.

Artikel Terkait