Teknologi

Roblox Terapkan Kebijakan Ketat untuk Pengguna Anak di Indonesia

Roblox mengumumkan penerapan teknologi verifikasi usia dan pembatasan fitur chat untuk melindungi pengguna anak di Indonesia, menjadikannya sebagai yang pertama di dunia.

D
Daniel Kristianto
03 May 2026 14 pembaca
Roblox Terapkan Kebijakan Ketat untuk Pengguna Anak di Indonesia
VP Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Jakarta - Roblox, platform game online, telah menegaskan komitmennya untuk melindungi pengguna anak dengan menerapkan teknologi verifikasi usia, pembatasan waktu bermain, dan fitur chat. Langkah ini merupakan yang pertama di dunia dan sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas), yang bertujuan memberikan perlindungan lebih bagi anak-anak di Indonesia.

Menurut Nicky Jackson Colaco, VP Global Public Policy Roblox, Indonesia menjadi salah satu negara dengan perlindungan pengguna yang paling ketat di platform tersebut. "Kami sangat berkomitmen untuk mematuhi PP Tunas. Ini adalah regulasi yang sangat penting untuk melindungi keluarga di Indonesia, dan itu menjadi prioritas utama bagi kami," ungkapnya di Komdigi, Jakarta, pada Jumat (30/4/2026).

Implementasi kebijakan ini meliputi peluncuran dua jenis akun baru berdasarkan usia, yaitu Roblox Kids dan Roblox Select, yang dirancang khusus untuk pengguna di bawah 16 tahun. Akun ini disesuaikan dengan norma dan budaya Indonesia, termasuk pembatasan konten yang lebih ketat. "Kami akan mulai memindahkan secara otomatis sekitar 23 juta akun pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia ke dalam Roblox Kids atau Roblox Select," jelas Nicky.

Roblox Kids ditujukan untuk anak usia 5 hingga 12 tahun tanpa akses ke fitur chat, sedangkan Roblox Select untuk usia 13 hingga 15 tahun tetap membatasi komunikasi dengan orang asing. "Hanya orang tua yang dapat mengizinkan komunikasi dengan keluarga atau teman dekat," tambahnya.

Roblox juga menerapkan teknologi estimasi usia berbasis pengenalan wajah sebagai syarat untuk mengakses fitur komunikasi. Pengguna yang tidak melakukan verifikasi wajah akan otomatis dimasukkan ke dalam kategori akun anak dengan pembatasan penuh, termasuk tanpa akses chat. "Jika pengguna di Indonesia tidak melakukan verifikasi usia melalui teknologi ini, mereka akan otomatis ditempatkan di Roblox Kids dan tidak memiliki akses chat," tegas Nicky.

Nicky memastikan bahwa teknologi ini aman dan tidak menyimpan data pengguna. "Kami tidak menyimpan data tersebut. Prosesnya sederhana, hanya dengan menggerakkan kepala ke kiri dan kanan, lalu sistem akan mengelompokkan usia pengguna secara akurat dan aman," jelasnya.

Roblox selama ini dikenal sebagai platform untuk edukasi dan hiburan. Dengan pertumbuhan pengguna global yang kini mencapai lebih dari 150 juta, kebutuhan akan ruang digital yang aman dan tersegmentasi berdasarkan usia menjadi semakin penting. "Kami ingin menciptakan ruang yang aman bagi setiap kelompok usia," tuturnya.

Roblox juga memberikan kontrol penuh kepada orang tua terhadap akun anak, tanpa perlu pengaturan tambahan karena sistem akan otomatis menyesuaikan perlindungan berdasarkan usia pengguna. "Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Menteri dan tim Komdigi. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam melindungi keluarga dan anak-anak Indonesia," pungkas Nicky.

Artikel Terkait