Teknologi

Prabowo Targetkan Konektivitas Internet di 2.500 Desa pada 2026

Pemerintah berencana menyediakan akses internet di 2.500 desa yang belum terhubung hingga akhir tahun 2026, sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem digital di Indonesia.

M
Mikayla Rahmadani
10 May 2026 13 pembaca
Prabowo Targetkan Konektivitas Internet di 2.500 Desa pada 2026
Foto: Eva/detikcom

Jakarta - Pemerintah Indonesia menetapkan target untuk memberikan konektivitas internet kepada 2.500 desa yang saat ini belum memiliki akses hingga akhir tahun 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem digital di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di tanah air.

Komitmen tersebut diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Pulau Miangas, lokasi paling utara Indonesia, pada Sabtu (9/5/2026). Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo memastikan kesiapan layanan internet dan perangkat digital untuk masyarakat di daerah perbatasan.

Penguatan Jaringan Internet

Presiden menyampaikan, "Kami akan memperkuat jaringan supaya handphone bisa beroperasi di sini. Ibu Menteri Komdigi akan memberikan Starlink dan Handphone untuk semua KK," di hadapan warga Miangas. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, yang menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas akses digital hingga ke pulau-pulau terluar di Indonesia.

Meutya Hafid menyatakan, "Hari ini, kita bersama-sama mewujudkan koneksi yang tidak terbatas dari Sabang sampai Merauke, dari Rote sampai Miangas." Untuk mendukung target konektivitas nasional, Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyalurkan ratusan unit modem Starlink dan telepon seluler kepada masyarakat Miangas.

Stabilitas Koneksi di Wilayah Perbatasan

Pemerintah juga melakukan penguatan sinyal Base Transceiver Station (BTS) melalui kolaborasi antara BAKTI Komdigi dan Telkomsel, guna memastikan koneksi internet yang lebih stabil di wilayah perbatasan. Meutya menekankan bahwa pemerataan konektivitas digital adalah fondasi penting untuk membuka akses pendidikan, layanan publik, dan peluang ekonomi bagi masyarakat di daerah terpencil.

Meutya menambahkan, "Anak-anak di Miangas berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak di Pulau Jawa. Pelaku usaha kecil di sini juga harus bisa mengembangkan usahanya ke pasar yang lebih luas." Kunjungan Presiden Prabowo ke Miangas dianggap sebagai simbol kuat dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan digital yang merata hingga ke wilayah paling luar Indonesia.

Artikel Terkait