Jakarta - Para produsen kendaraan listrik di China semakin aktif mengintegrasikan berbagai fitur kecerdasan buatan (AI) untuk tetap bersaing di tengah perang harga yang berkepanjangan di pasar otomotif terbesar di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, fokus persaingan telah bergeser dari jangkauan baterai menuju peluncuran sistem asisten pengemudi dan penggunaan chip otomotif yang lebih canggih. Saat ini, perhatian para produsen mobil tertuju pada penerapan fitur AI di dalam kabin kendaraan.
Lebih dari 50 merek mobil kini telah mengadopsi model AI Doubao dari ByteDance, Volcano Engine. Hal ini menunjukkan bahwa Doubao telah digunakan dalam 145 model kendaraan dan lebih dari 7 juta unit. Selain kendaraan lokal, AI Doubao juga diterapkan pada model internasional seperti Mercedes-Benz GLC, SAIC Audi E7X, dan SAIC Volkswagen ID. ERA 9X.
Inovasi dan Pembaruan Teknologi
"Kami akan terus mengintegrasikan fitur-fitur baru dengan lebih cepat," ungkap Fermín Soneira, CEO proyek Audi dan SAIC. Ia menekankan bahwa produsen mobil kini mampu meluncurkan pembaruan teknologi secara cepat melalui metode jarak jauh atau over-the-air. Peralihan menuju penggunaan AI ini mencerminkan permintaan konsumen akan fitur-fitur yang saling terhubung, termasuk antarmuka yang kompatibel dengan smartphone Huawei atau asisten suara seperti Doubao.
Doubao dari ByteDance saat ini merupakan chatbot AI yang paling banyak digunakan di China, dengan lebih dari 155 juta pengguna aktif mingguan pada awal tahun ini, menurut perusahaan konsultan Chozan. Persaingan harga kini telah berubah menjadi persaingan fitur terkait teknologi kabin. Namun, tantangannya adalah bahwa sebagian besar teknologi tersebut pada akhirnya menjadi serupa, sehingga menyulitkan perusahaan untuk membedakan diri.
Persaingan yang Semakin Ketat
Di antara 20 model mobil listrik terlaris di China, kendaraan dengan harga 100.000 yuan atau lebih menawarkan fungsi asisten pengemudi dan fitur hiburan di dalam kabin yang hampir identik. "Mereka harus berpacu dan terus berpacu, karena teknologinya menyebar sangat cepat sehingga Anda tidak akan pernah bisa mempertahankan teknologi pembeda dalam waktu lama," kata Stephen Dyer, mitra dan direktur pelaksana serta kepala AlixPartners.
Ia memprediksi bahwa perusahaan-perusahaan di China akan mulai lebih banyak bersaing dalam memberikan pengalaman di luar kendaraan, mirip dengan merek-merek mewah yang menawarkan pengalaman gaya hidup eksklusif. Contohnya, produsen mobil Nio menawarkan akses eksklusif ke berbagai produk dan clubhouse bagi pelanggan mereka, selain kendaraan yang menggunakan material interior premium.
Di sisi lain, Alibaba juga mengumumkan bahwa model kecerdasan buatan Qwen akan diintegrasikan ke dalam kendaraan dari berbagai produsen, termasuk BYD dan perusahaan patungan lokal Volkswagen. Sistem ini memungkinkan pengemudi untuk memesan makanan, hotel, membeli tiket tempat wisata, hingga melacak paket, serta berbagai fitur lainnya, melalui perintah suara.