Jakarta - Pada tahun 1997, Bill Gates menjadi sorotan ketika ia mengumumkan investasi sebesar USD 150 juta di Apple, yang pada saat itu menghadapi ancaman serius terhadap keberlangsungan hidupnya. Momen tersebut terjadi saat Steve Jobs berbicara di Macworld Expo di Boston, di mana Gates muncul melalui satelit, mengejutkan penonton dan industri teknologi.
Di pertengahan tahun 1990-an, Apple mengalami kesulitan keuangan yang parah akibat produk yang terlalu mahal dan berlebihan. Perusahaan juga mengalami perubahan manajemen yang konstan, yang menyebabkan masalah operasional yang membuat analis meragukan masa depan Apple. Steve Jobs yang kembali ke perusahaan setelah akuisisi NeXT pada tahun 1996 berusaha melakukan restrukturisasi, namun situasi keuangan Apple tetap tidak stabil pada awal tahun 1997.
Kesepakatan yang diumumkan oleh Gates di Macworld bukan hanya sekedar investasi. Microsoft memberikan USD 150 juta dalam bentuk saham tanpa hak suara, yang berarti Apple tetap mempertahankan kendali atas perusahaannya. Selain itu, Microsoft berkomitmen untuk mengembangkan Microsoft Office untuk Mac selama lima tahun ke depan, yang sangat penting bagi pengguna profesional. Apple juga sepakat untuk menjadikan Internet Explorer sebagai browser default di perangkat Mac, serta menyelesaikan perselisihan hukum dengan perjanjian lisensi silang paten.
Meskipun keputusan tersebut tampak menguntungkan bagi Apple, Microsoft juga memiliki kepentingan tersendiri. Perusahaan tersebut sedang menghadapi investigasi antimonopoli besar pada tahun 1997 karena dominasi pasar perangkat lunak di Amerika Serikat.
Dengan langkah-langkah tersebut, Apple berhasil mengatasi krisis yang mengancam keberadaannya. Ke depannya, perkembangan Apple dan dampak dari investasi Microsoft akan terus dipantau oleh para pengamat industri.