Lifestyle

Mengenal Praktik Cold Plunge: Apakah Aman untuk Perempuan?

Berendam dalam air dingin, atau yang dikenal sebagai cold plunge, semakin populer di kalangan perempuan, termasuk selebritas. Namun, manfaatnya untuk perempuan belum sepenuhnya didukung oleh bukti ilm...

N
Nathania Gabriella Wardani
14 August 2026 69 pembaca
Mengenal Praktik Cold Plunge: Apakah Aman untuk Perempuan?
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Praktik berendam dalam air dingin, atau cold plunge, telah menjadi salah satu metode kebugaran yang banyak dilakukan, terutama oleh perempuan. Sejumlah selebritas seperti Hailey Bieber, Lady Gaga, dan Gwyneth Paltrow telah berbagi pengalaman mereka terkait aktivitas ini. Menurut informasi yang diperoleh, cold plunge memiliki berbagai manfaat, mulai dari membantu pemulihan setelah berolahraga hingga meningkatkan suasana hati dan konsentrasi.

Walaupun demikian, manfaat dari berendam dalam air dingin bagi perempuan belum sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa respons tubuh perempuan terhadap suhu dingin dapat berbeda, sehingga praktik ini tidak bisa dianggap cocok untuk semua orang.

Manfaat Cold Plunge untuk Pemulihan

Salah satu alasan mengapa cold plunge semakin diminati adalah kemampuannya dalam membantu pemulihan fisik setelah beraktivitas. Beberapa studi menunjukkan bahwa berendam dalam air dingin dapat mengurangi kerusakan otot setelah latihan intensif dan mendukung proses pemulihan. Namun, sebagian besar penelitian yang mendukung manfaat ini dilakukan pada laki-laki. Sebuah studi pada 2025 yang melibatkan 30 perempuan sehat menemukan bahwa berendam dalam air dingin hampir tidak memberikan efek signifikan pada peserta, yang menunjukkan bahwa manfaat cold plunge mungkin tidak berlaku sama untuk perempuan.

Latihan Menghadapi Stres

Selain untuk pemulihan fisik, cold plunge juga dihubungkan dengan kemampuan tubuh dalam menghadapi stres. Paparan suhu dingin memberikan stimulasi yang kuat bagi tubuh. Bagi mereka yang sudah terbiasa dan melakukan persiapan dengan baik, kondisi ini dapat menjadi bagian dari latihan ketahanan terhadap stres. Seorang direktur medis menyatakan bahwa perempuan yang mampu menjalani terapi ini dengan baik dapat melatih ketahanan tubuh mereka terhadap stres. Namun, penting untuk diingat bahwa terapi air dingin tidak dapat menggantikan kebutuhan dasar seperti tidur yang cukup, nutrisi yang baik, dan pengelolaan stres yang efektif.

Seorang dokter juga menekankan bahwa cold plunge sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan solusi untuk berbagai masalah kesehatan. Dia menekankan pentingnya memprioritaskan tidur, asupan nutrisi yang memadai, serta pengelolaan stres yang baik.

Pertimbangan Kondisi Hormonal

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan hormonal yang terjadi pada perempuan. Para ahli menyarankan agar penelitian mengenai terapi suhu dingin juga mempertimbangkan fase siklus menstruasi. Setiap fase dalam siklus menstruasi dapat disertai dengan perubahan kadar hormon dan tingkat energi tubuh. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan cold plunge mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan fase menstruasi masing-masing individu.

Perempuan yang sedang mengalami perimenopause, menopause, atau masa pasca melahirkan disarankan untuk lebih berhati-hati terhadap paparan air dingin. Dalam kondisi tersebut, tubuh mengalami perubahan yang membuat paparan suhu ekstrem dapat menjadi stres tambahan. Bagi perempuan yang ingin mencoba cold plunge, disarankan untuk melakukannya secara moderat dan sesuai dengan kondisi fisik mereka.

Secara keseluruhan, cold plunge dapat memberikan manfaat tertentu bagi sebagian perempuan, terutama dalam konteks pemulihan dan latihan menghadapi stres. Namun, bukti ilmiah yang mendukung manfaat dan risiko bagi perempuan masih terbatas. Oleh karena itu, cold plunge sebaiknya tidak dipandang sebagai solusi instan untuk meningkatkan kesehatan.

Artikel Terkait