Kesehatan

Mengapa Dampak Keracunan Makanan Berbeda pada Anak yang Makan Menu Sama?

Kasus keracunan massal yang terjadi akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menarik perhatian, terutama terkait perbedaan gejala yang dialami anak-anak meski mengonsumsi makanan yang sama.

M
Mikayla Rahmadani
09 September 2026 4 pembaca
Mengapa Dampak Keracunan Makanan Berbeda pada Anak yang Makan Menu Sama?
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kasus dugaan keracunan massal yang berhubungan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi sorotan publik. Dalam catatan terbaru, insiden ini telah mempengaruhi ratusan anak usia sekolah di berbagai daerah, termasuk Tana Toraja, Rembang, Nganjuk, dan Sidoarjo. Salah satu kejadian paling signifikan terjadi di sebuah pesantren di Sidoarjo, di mana lebih dari 500 anak yang menerima manfaat mengalami masalah pencernaan yang serius setelah mengonsumsi makanan yang disajikan.

Di tengah rangkaian peristiwa ini, muncul pertanyaan mengapa ada anak yang harus dirawat intensif sementara yang lain hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, meskipun mereka semua mengonsumsi makanan dari sumber yang sama.

Faktor Penentu Tingkat Keparahan Keracunan

Menurut para ahli yang diwawancarai, perbedaan tingkat keparahan keracunan makanan pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah respons tubuh masing-masing individu terhadap patogen. "Karena respons setiap anak berbeda. Dipengaruhi oleh jumlah kuman atau toksin yang tertelan, jenis mikroorganisme, usia, daya tahan tubuh, kondisi nutrisi, mikrobiota usus, dan kondisi kesehatan sebelumnya," ungkap dr. Wirawan Hambali, SpPD, FINASIM.

Penyebaran Kontaminan dan Porsi Makanan

Banyak orangtua beranggapan bahwa makanan yang dimasak dalam satu wajan yang terkontaminasi akan menularkan jumlah bakteri yang sama ke setiap piring. Namun, kenyataannya, distribusi patogen dalam makanan tidak selalu merata. Dr. Wirawan menjelaskan bahwa "Bahkan makanan yang sama tidak selalu mengandung jumlah kontaminan yang sama pada setiap porsinya." Selain itu, jumlah makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh terhadap tingkat paparan terhadap patogen.

Dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., M.Kes., CHt., FISQua, menambahkan bahwa "Ada anak yang makannya lebih banyak dibandingkan anak yang makannya lebih sedikit. Anak A ini makan lebih banyak dibandingkan yang anak B, sehingga paparan kontaminannya jadi lebih besar."

Pengaruh Status Gizi dan Riwayat Kesehatan

Faktor lain yang memengaruhi adalah status gizi dan kesehatan anak sebelum mengonsumsi makanan yang terpapar kuman. Anak-anak dengan bobot tubuh lebih kecil atau yang mengalami gizi buruk cenderung lebih rentan terhadap racun dibandingkan dengan teman-teman mereka yang memiliki status gizi baik. "Anak kelas 6 gejalanya ringan, kelas 1 lebih berat, ya karena memang status gizinya," jelas dr. Arifin.

Dr. Rizqi Agung Wicaksana, Sp.A, juga menekankan pentingnya profil kesehatan anak. Keberadaan gangguan medis yang sudah ada sebelumnya dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan bakteri. "Keparahan bergantung dari imunitas anak, kondisi anak sebelum mulai keracunan, status gizi sebelumnya, apakah ada penyakit penyerta, dan penanganan awal dalam mencegah dehidrasi," kata dr. Rizqi.

Peran Mikrobiota Usus dalam Melawan Bakteri

Selain faktor gizi, saluran cerna memiliki mekanisme pertahanan yang dikenal sebagai mikrobiota usus. Kumpulan bakteri baik ini berfungsi sebagai pelindung yang dapat menekan pertumbuhan kuman penyakit. Dr. Arifin menjelaskan bahwa "Usus itu kan punya penghuni ya, dan penghuninya ini sangat beragam dari tiap anak tergantung apa yang dikonsumsi, kebiasaan hidupnya, bagaimana dia menjaga kebersihan." Jika populasi bakteri baik ini rendah, anak akan lebih rentan terhadap gejala yang lebih berat.

Dengan demikian, meskipun anak-anak mengonsumsi makanan yang sama, perbedaan dalam respons tubuh, jumlah makanan yang dikonsumsi, status gizi, dan kesehatan sebelumnya dapat menjelaskan mengapa dampak keracunan makanan bisa berbeda-beda.

Artikel Terkait