Lifestyle

Mengapa Kulit Menjadi Lebih Sensitif terhadap Sinar Matahari Seiring Usia

Seiring bertambahnya usia, banyak orang merasakan kulit mereka lebih rentan terhadap efek sinar matahari. Berbagai faktor, termasuk perubahan pada kulit dan pengaruh hormon, berkontribusi terhadap kon...

T
Theresia Agatha Lestari
09 September 2026 6 pembaca
Mengapa Kulit Menjadi Lebih Sensitif terhadap Sinar Matahari Seiring Usia
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Sebagian individu mungkin mulai menyadari bahwa kulit mereka lebih mudah mengalami kemerahan, rasa perih, atau bahkan terbakar setelah terpapar sinar matahari saat memasuki usia lanjut. Hal ini berbeda dengan pengalaman mereka di masa muda, di mana paparan yang sama tidak selalu menimbulkan reaksi serupa. Proses penuaan yang alami pada kulit dapat meningkatkan kerentanan terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV).

Katlein Franca, seorang dermatolog dan profesor di University of Miami, menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada kulit seiring bertambahnya usia dapat memengaruhi cara kulit bereaksi terhadap sinar matahari.

Penyebab Utama Sensitivitas Kulit yang Meningkat

1. Penipisan Lapisan Kulit dan Melambatnya Proses Perbaikan

Seiring bertambahnya usia, epidermis, yang merupakan lapisan terluar kulit, mengalami penipisan. Di bawahnya, lapisan dermis juga kehilangan ketebalan dan kolagen yang berfungsi menjaga struktur kulit. Kecepatan pergantian sel kulit dapat menurun hingga setengahnya antara usia 30-an hingga 70-an. Hal ini menyebabkan kulit yang mengalami kerusakan akibat sinar UV membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Selain itu, orang yang lebih tua cenderung mengalami kerusakan DNA yang lebih banyak akibat sinar UV dibandingkan dengan yang lebih muda, karena proses perbaikan dan penggantian sel berlangsung lebih lambat. Jumlah melanosit, sel yang menghasilkan melanin, juga berkurang seiring bertambahnya usia. Melanin berfungsi menyerap dan menyebarkan sebagian sinar UV, sehingga berkurangnya pigmen ini mengurangi perlindungan alami kulit.

2. Dampak Menopause dan Penggunaan Obat-obatan

Perubahan hormon, terutama saat menopause, dapat memengaruhi kondisi kulit. Penurunan kadar estrogen dapat mengurangi kolagen dan melemahkan lapisan pelindung kulit, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan stres oksidatif. Oleh karena itu, perubahan hormon dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan sensitivitas kulit pada usia tertentu. Selain itu, beberapa obat juga dapat menyebabkan fotosensitivitas, yaitu kondisi di mana kulit lebih mudah bereaksi setelah terpapar sinar UV. Tanya Nino, seorang dermatolog bersertifikat, menyatakan bahwa reaksi fotosensitivitas biasanya terlihat jelas pada area kulit yang terpapar sinar matahari.

Langkah-langkah untuk Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Walaupun sensitivitas kulit yang meningkat seiring bertambahnya usia tidak selalu dapat dihindari, terutama yang berkaitan dengan perubahan struktural, hormon, atau penggunaan obat tertentu, perlindungan dari sinar UV tetap sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan kulit. Disarankan untuk menggunakan tabir surya dengan spektrum luas dan SPF minimal 30, serta mengulangi pemakaian setiap dua jam, terutama setelah berenang atau berkeringat. Tanya Nino mengingatkan bahwa sekali penggunaan tabir surya tidak cukup untuk menjaga perlindungan yang optimal.

Perlindungan tambahan dapat dilakukan dengan mengenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan pakaian longgar yang menutupi kulit. Disarankan juga untuk menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam puncak, yaitu antara pukul 10.00 hingga 16.00. Jika kulit mengalami reaksi terbakar atau ruam yang tidak biasa setelah terpapar sinar matahari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang sedang digunakan, karena bisa jadi berkaitan dengan fotosensitivitas.

Artikel Terkait