Teknologi

Transformasi Tiga Pemuda Drop Out Menjadi Raksasa Perusahaan Chip AI

Gavin Uberti, Robert Wachen, dan Chris Zhu, tiga pemuda berusia 24 tahun, berhasil mengubah startup mereka, Etched, menjadi perusahaan chip AI bernilai USD 21 miliar, menantang dominasi Nvidia di indu...

M
Maria Gabriella
09 September 2026 6 pembaca
Para pendiri Etched. Foto: Vnexpress
Para pendiri Etched. Foto: Vnexpress

Di Jakarta, Gavin Uberti, Robert Wachen, dan Chris Zhu, yang kini berusia 24 tahun, telah berhasil mengembangkan startup mereka, Etched, menjadi perusahaan chip AI yang bernilai USD 21 miliar atau setara dengan Rp 369 triliun. Ketiga pendiri ini memiliki ambisi untuk bersaing dengan Nvidia, raksasa di bidang teknologi semikonduktor.

Etched didirikan pada tahun 2022, namun pada awalnya mereka menghadapi tantangan besar dalam meyakinkan para investor. Banyak yang meragukan kemampuan tiga pendiri muda yang minim pengalaman di industri semikonduktor untuk menciptakan perangkat keras AI yang canggih. "Ada anggapan anak-anak merasa bisa melakukan apa saja dan mungkin di internet mereka memang bisa, tapi di ranah chip, startup dianggap tak kompeten sampai terbukti sebaliknya," ungkap Sonya Huang, mitra Sequoia Capital.

Perjalanan dari Harvard ke San Jose

Perjalanan Etched dimulai di Harvard, di mana Uberti dan Zhu bertemu di kelas matematika. Wachen, yang merupakan seorang coder, juga terlibat setelah menjalankan perusahaan teknologi pendidikan. Ketiganya akhirnya memutuskan untuk drop out dari Harvard demi fokus mengembangkan Etched. Dengan pengalaman yang minim di sektor semikonduktor, mereka menghadapi skeptisisme dari investor dan calon pelanggan.

Wachen mengenang saat ia tiba di San Francisco setelah memberi tahu orang tuanya tentang keputusannya meninggalkan Harvard. "Saya ingat harus menumpang di rumah teman yang akan segera dijual dan menggunakan handuk sebagai selimut," jelasnya. Mereka menyimpan server yang diperlukan untuk desain chip di garasi rumah salah satu karyawan awal. Ketika server tersebut perlu di-restart, karyawan itu harus menelepon istrinya untuk meminta bantuan menghidupkan mesin secara manual.

Etched didirikan pada tahun yang sama saat OpenAI merilis ChatGPT, yang memicu lonjakan permintaan daya komputasi untuk menjalankan AI generatif. Nvidia menjadi pemasok utama prosesor, sementara Etched mengambil langkah berani dengan fokus pada ranah inferensi, yaitu proses di mana model AI memberikan jawaban setelah dilatih.

Inovasi dan Pertumbuhan Perusahaan

Seiring dengan meningkatnya penggunaan AI, kebutuhan akan kecepatan, efisiensi energi, dan biaya inferensi menjadi semakin penting. Etched menciptakan perangkat keras yang dirancang untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi inferensi. Teknologi mereka memungkinkan prosesor melakukan perhitungan intensif dengan konsumsi daya yang lebih rendah dan memungkinkan beberapa chip untuk berbagi informasi dengan lebih cepat.

Setelah menerima chip uji coba dari TSMC, Etched mengklaim hanya membutuhkan 44 hari untuk menjalankan beban kerja AI pada chip tersebut, jauh lebih cepat dibandingkan proses normal yang biasanya memakan waktu enam bulan. Mereka juga menyatakan bahwa beberapa operasi komunikasi yang biasanya memakan waktu sekitar 4.000 nanodetik pada prosesor Blackwell Nvidia dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 700 nanodetik dengan perangkat keras mereka. "Kami mungkin satu-satunya chip AI buatan startup yang langsung berhasil pada percobaan pertama," kata Wachen.

Menjelang akhir tahun 2025, skeptisisme investor mulai berkurang dan beralih menjadi investasi yang signifikan. Saat ini, Etched mengoperasikan pusat data dua megawatt di kantornya di San Jose dan telah membuka fasilitas baru dengan kapasitas 10 megawatt di Milpitas. Sekitar 15% dari total 400 karyawan di Etched sebelumnya bekerja di Nvidia, dan tim mereka juga mencakup para insinyur dari Google, Broadcom, SK Hynix, dan TSMC.

Kebangkitan Etched memposisikannya sebagai salah satu perusahaan yang berusaha menantang dominasi Nvidia dalam komputasi AI, meskipun jarak antara keduanya masih cukup jauh. Nvidia menguasai lebih dari 80% pangsa pasar chip AI dan memiliki keunggulan yang lebih dari sekadar prosesor, berkat ekosistem perangkat lunak CUDA yang banyak digunakan. Sementara itu, Etched lebih fokus pada inferensi dan baru memulai peluncuran komersial besar-besaran.

Meskipun mereka mengklaim chip mereka dapat menjalankan beberapa beban kerja AI sepuluh kali lebih cepat dibandingkan GPU Nvidia, klaim tersebut belum diuji secara independen. "Etched memiliki teknologi yang mengesankan serta minat pelanggan yang serius, tetapi sejarah semikonduktor dipenuhi dengan chip-chip cemerlang yang pada akhirnya gagal menjadi bisnis yang sukses," ungkap Michael Ashley Schulman dari Cerity Partners. Namun, bagi para pendiri Etched, perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan masa-masa awal berdirinya perusahaan ini sudah sangat terasa.

Artikel Terkait