Lifestyle

Panduan Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah

Membersihkan abu vulkanik di rumah memerlukan perhatian khusus untuk mencegah risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan untuk membersihkan abu dengan am...

D
Daniel Kristianto
07 September 2026 43 pembaca
Panduan Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Abu vulkanik yang menempel pada berbagai permukaan di rumah, seperti lantai dan furnitur, tidak dapat dibersihkan dengan sembarangan. Metode pembersihan yang salah justru dapat menyebabkan partikel abu terbang kembali ke udara, meningkatkan risiko terhirup, terutama bagi anak-anak. Menurut dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi (K), selaku Ketua UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan akut pada anak.

“Gejala yang paling umum adalah iritasi saluran napas yang menyebabkan bersin, batuk, pilek, hingga sesak napas. Pada anak dengan riwayat asma, alergi, atau penyakit paru kronis, paparan ini dapat memicu serangan akut atau eksaserbasi yang berbahaya,” jelas dr. Wahyuni dalam sebuah keterangan resmi.

Langkah-Langkah Membersihkan Abu Vulkanik

Untuk membersihkan abu vulkanik dengan aman, orangtua disarankan untuk memperhatikan beberapa langkah berikut:

1. Jauhkan anak dari area yang sedang dibersihkan. Sebelum memulai pembersihan, pastikan anak tidak berada di dekat area tersebut. IDAI merekomendasikan agar anak dijauhkan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu yang mungkin terbang selama proses pembersihan.

2. Gunakan lap atau kain basah. Untuk membersihkan permukaan yang terkena abu, disarankan menggunakan lap atau kain yang sudah dibasahi. Ini dapat membantu mencegah debu beterbangan saat membersihkan.

3. Basahi permukaan sebelum dibersihkan. Jika abu menempel pada lantai atau objek, basahi terlebih dahulu permukaan tersebut. Dengan cara ini, debu tidak akan beterbangan saat dibersihkan menggunakan kain atau lap.

4. Hindari menyapu abu dalam keadaan kering. Menyapu abu dalam kondisi kering dapat membuat partikel abu yang sudah mengendap kembali terbang ke udara, yang berpotensi terhirup oleh orang-orang di sekitar. Oleh karena itu, metode pembersihan dengan kain atau lap basah lebih dianjurkan.

Perhatikan Gejala pada Anak

Setelah proses pembersihan, orangtua harus tetap memantau kondisi anak, terutama jika sebelumnya terpapar abu vulkanik. Gejala seperti bersin, batuk, dan pilek bisa muncul, serta anak mungkin mengalami sesak napas akibat iritasi saluran pernapasan. Wahyuni mengingatkan agar orangtua tidak mengabaikan gejala yang muncul setelah anak terpapar abu vulkanik.

“Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 94%, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata dr. Wahyuni. Dengan demikian, membersihkan abu vulkanik bukan hanya sekadar menghilangkan kotoran, tetapi juga harus dilakukan dengan cara yang aman untuk mencegah risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Artikel Terkait