Teknologi

Kenaikan Valuasi Samsung: Melampaui USD 1 Triliun Berkat Kecerdasan Buatan

Saham Samsung Electronics mengalami lonjakan lebih dari 10% pada Rabu, yang membuat kapitalisasi pasar perusahaan tersebut menembus USD 1 triliun, didorong oleh minat investor terhadap saham terkait k...

M
Maria Gabriella
08 May 2026 15 pembaca
Kenaikan Valuasi Samsung: Melampaui USD 1 Triliun Berkat Kecerdasan Buatan
Foto: Getty Images

Jakarta - Pada hari Rabu, saham Samsung Electronics meningkat lebih dari 10%, sehingga kapitalisasi pasarnya melampaui angka USD 1 triliun. Kenaikan ini terjadi seiring dengan tingginya minat investor terhadap saham-saham yang berhubungan dengan kecerdasan buatan (AI). Dengan pencapaian ini, Samsung menjadi perusahaan Asia kedua yang berhasil menembus nilai kapitalisasi pasar USD 1 triliun, setelah TSMC, raksasa chip dari Taiwan, yang pertama kali mencapai angka tersebut pada 26 Februari.

Menurut informasi yang dilansir dari CNBC, kenaikan saham ini dipicu oleh laporan pendapatan kuartal pertama Samsung Electronics yang mencetak rekor pada pekan lalu. Laba operasional perusahaan melonjak lebih dari delapan kali lipat menjadi 57,2 triliun won, sementara pendapatan mencapai rekor 133,9 triliun won. Laba operasional kuartal pertama ini bahkan melampaui total laba setahun penuh yang dicatatkan pada tahun 2025, yang sebesar 43,6 triliun won.

Faktor Pendorong Kenaikan Saham

Kenaikan saham ini juga didorong oleh laporan dari Bloomberg yang mengungkapkan bahwa Apple sedang melakukan pembicaraan awal dengan Samsung dan Intel untuk memproduksi chip perangkat Apple di Amerika Serikat. Langkah ini berpotensi untuk mendiversifikasi rantai pasokan Apple, yang sebelumnya bergantung pada TSMC. Selain itu, saham SK Hynix, perusahaan chip besar asal Korea Selatan lainnya, juga mengalami lonjakan lebih dari 9%.

Persaingan di Pasar Chip Memori

Keberhasilan Samsung dalam penjualan chip memori high bandwidth (HBM) telah meningkatkan profitabilitas perusahaan. Namun, Samsung masih menghadapi persaingan ketat di pasar HBM setelah kehilangan keunggulan awal dari SK Hynix. Perusahaan ini terus berusaha untuk mengejar ketertinggalan di segmen chip memori AI yang sedang berkembang pesat. Pada bulan Februari lalu, Samsung mengumumkan bahwa mereka telah menjadi yang pertama di dunia yang memulai produksi massal chip HBM4 dan telah mulai mengirimkannya kepada sejumlah pelanggan yang identitasnya dirahasiakan.

Chip HBM4 merupakan generasi keenam dari teknologi memori high bandwidth dan diharapkan dapat berperan penting dalam arsitektur AI Vera Rubin milik Nvidia yang akan datang, yang dirancang untuk mendukung beban kerja AI tingkat lanjut di pusat data.

Menurut Morningstar, permintaan yang kuat yang didorong oleh belanja infrastruktur AI, ditambah dengan ketatnya pasokan akibat keterbatasan kapasitas produksi, telah menyebabkan harga chip semikonduktor dan biaya produksi lainnya meningkat, terutama di Korea Selatan.

Artikel Terkait