Lifestyle

Kebiasaan Buruk Saat Buang Air Besar yang Perlu Dihindari

Proses buang air besar (BAB) adalah hal yang alami, namun ada beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan saluran pencernaan. Beberapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari agar proses BAB lebih n...

M
Maria Gabriella
17 August 2026 63 pembaca
Kebiasaan Buruk Saat Buang Air Besar yang Perlu Dihindari
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Buang air besar (BAB) merupakan aktivitas alami yang dilakukan tubuh untuk mengeluarkan sisa makanan yang tidak diperlukan. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan yang dilakukan saat berada di toilet dapat berdampak pada kenyamanan serta kesehatan sistem pencernaan. Menurut Dr. Arielle Kanters, seorang dokter bedah kolorektal, terdapat beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar proses BAB dapat berlangsung dengan lebih baik.

Kebiasaan yang Perlu Dihindari

Beberapa kebiasaan yang tidak disarankan saat BAB antara lain adalah:

1. Mengejan Berlebihan

Mengejan saat BAB adalah hal yang wajar, namun melakukannya secara berlebihan dan berulang kali sebaiknya dihindari. Dr. Kanters menjelaskan bahwa tekanan yang terlalu tinggi saat mengejan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, dapat menyebabkan masalah seperti wasir dan fisura ani, yaitu robekan pada anus. Jika mengalami kesulitan dalam mengeluarkan tinja, sebaiknya tidak hanya mengandalkan mengejan lebih kuat, karena sembelit bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya asupan serat, cairan, atau aktivitas fisik.

2. Duduk Terlalu Lama di Toilet

Kebiasaan duduk terlalu lama di toilet, terutama saat menunggu tinja keluar, juga sebaiknya dihindari. Dr. Kanters merekomendasikan agar waktu di toilet tidak lebih dari lima menit. Duduk terlalu lama dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dan berkontribusi terhadap masalah wasir. Jika tinja tidak kunjung keluar, lebih baik bangkit dari toilet dan kembali lagi ketika tubuh memberikan sinyal untuk BAB.

3. Menggunakan Ponsel di Toilet

Banyak orang yang terbiasa bermain ponsel saat berada di toilet. Namun, kebiasaan ini dapat membuat waktu duduk di toilet menjadi lebih lama dari yang seharusnya. Dr. Kanters menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas lain seperti scrolling media sosial atau membaca berita saat di toilet. Sebaiknya, toilet digunakan semata-mata untuk keperluan BAB.

4. Memaksakan Diri untuk BAB

Tidak semua orang memiliki waktu yang sama untuk BAB setiap harinya. Oleh karena itu, memaksakan diri untuk duduk di toilet hanya karena merasa sudah waktunya tidak selalu diperlukan. Dr. Kanters menjelaskan bahwa tubuh memiliki sinyal alami yang memberi tahu kapan usus siap untuk mengeluarkan tinja. Jika dorongan BAB belum muncul, tidak perlu memaksakan diri untuk melakukannya.

5. Menahan Dorongan untuk BAB

Ketika tubuh sudah memberikan sinyal untuk BAB, sebaiknya jangan mengabaikannya. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), mengabaikan dorongan untuk BAB dapat memperburuk sembelit. Jika kebiasaan ini dilakukan berulang kali, tinja dapat menjadi lebih keras dan semakin sulit dikeluarkan. Oleh karena itu, penting untuk memberi kesempatan pada tubuh untuk melakukan proses BAB ketika dorongan sudah muncul.

Pentingnya Memperhatikan Perubahan Kebiasaan BAB

Kebiasaan BAB setiap individu bisa berbeda-beda, ada yang melakukannya beberapa kali sehari dan ada pula yang hanya beberapa kali dalam seminggu. Namun, perubahan pola BAB yang menetap sebaiknya tidak diabaikan. NIDDK mencatat bahwa sembelit dapat ditandai dengan frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, tinja yang keras, serta kesulitan atau rasa sakit saat BAB. Jika perubahan ini disertai dengan gejala lain seperti darah pada tinja, nyeri perut yang berkepanjangan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera konsultasikan dengan dokter.

Artikel Terkait