Jakarta - Cisco memperkenalkan prototipe fungsional yang dinamakan Cisco Universal Quantum Switch. Perangkat ini dianggap sebagai langkah penting karena berhasil mengatasi salah satu tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur jaringan kuantum di masa depan. Saat ini, masalah yang dihadapi dalam komputasi kuantum adalah setiap komputer menggunakan metode pengkodean yang berbeda-beda. Hingga kini, belum ada perangkat switch yang mampu menerima dan menerjemahkan semua mode pengkodean utama tanpa merusak data kuantum yang ada.
"Pencapaian ini merupakan momen penting bagi program kuantum kami dan menjadi bukti dari potensi transformasional jaringan kuantum," kata Vijoy Pandey, SVP/GM Outshift, Cisco Emerging Technologies and Incubation Group, dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (9/5/2026).
Keberhasilan dan Tantangan ke Depan
Vijoy menambahkan bahwa menghubungkan berbagai sistem kuantum yang ada adalah kunci untuk mencapai skalabilitas yang sebenarnya. "Meskipun merupakan pencapaian besar, ini barulah permulaan. Perjalanan ke depan masih panjang, namun dampak dari apa yang kami bangun saat ini dan yang akan datang akan sangat luar biasa," ujarnya.
Cara Kerja Cisco Universal Quantum Switch
Komputer kuantum saat ini memang memiliki kekuatan yang besar, tetapi masih beroperasi dalam skala terbatas, yaitu ratusan qubit. Untuk digunakan secara luas, seperti dalam sektor kesehatan atau kedirgantaraan, dibutuhkan jutaan qubit. Cisco meyakini bahwa konektivitas jaringan lintas platform adalah satu-satunya cara untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Mirip dengan switch internet tradisional yang menghubungkan berbagai perangkat melalui jaringan bersama, Cisco Universal Quantum Switch melakukan fungsi serupa di bidang kuantum. Ketika dua komputer kuantum dari vendor yang berbeda perlu bertukar informasi, mesin konversi yang dipatenkan oleh Cisco akan menerima sinyal, menerjemahkannya ke dalam "bahasa umum" untuk proses routing, dan kemudian mengirimkannya ke sistem penerima tanpa merusak struktur informasi tersebut.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa switch ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
- Beroperasi pada Suhu Ruangan: Berbeda dengan perangkat keras kuantum lainnya yang memerlukan pendinginan ekstrem, alat ini dapat beroperasi pada suhu ruangan normal, sehingga lebih ekonomis dan tidak rumit.
- Kompatibel dengan Kabel Lama: Perangkat ini berfungsi pada frekuensi telekomunikasi standar melalui kabel serat optik yang saat ini digunakan untuk lalu lintas internet.
- Aman dan Sangat Cepat: Mampu melakukan proses peralihan koneksi elektro-optik dalam waktu sekitar satu nanodetik dengan tingkat kerusakan informasi kuantum kurang dari empat persen.
- Hemat Daya: Mengonsumsi daya yang sangat rendah, yakni kurang dari satu miliwatt.
Cisco merancang perangkat ini untuk mendukung empat mode pengkodean utama, yaitu: Polarisasi, Time-Bin, Frequency-Bin, dan Path. Pengembangan ini merupakan bagian dari visi besar Cisco yang dikerjakan di laboratorium kuantum mereka di Santa Monica. Untuk mewujudkan ekosistem komputasi kuantum yang praktis, Cisco juga menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pemain besar di industri, termasuk IBM, Qunnect, dan Atom Computing.