Teknologi

BNPT Ungkap Penggunaan Chat Roblox untuk Rekrutmen Terorisme Anak

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan bahwa platform game online Roblox disalahgunakan sebagai alat rekrutmen terorisme yang menargetkan anak-anak, dengan 112 kasus berhasil dic...

T
Theresia Agatha Lestari
01 May 2026 12 pembaca
BNPT Ungkap Penggunaan Chat Roblox untuk Rekrutmen Terorisme Anak
Kepala BNPT Bongkar Chat Roblox Jadi Modus Rekrut Terorisme Anak Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan temuan penting mengenai penyalahgunaan platform game online Roblox sebagai sarana rekrutmen terorisme yang menyasar anak-anak. Kepala BNPT, Eddy Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya bersama aparat penegak hukum telah berhasil mencegah upaya rekrutmen terhadap 112 anak melalui fitur komunikasi dalam game tersebut.

Eddy menyatakan bahwa fitur chat dan voice chat di Roblox dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan kepada anak-anak, yang dikenal sebagai digital grooming. Dalam konferensi pers bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Kamis (30/4/2026), ia menjelaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara bertahap, dimulai dengan membangun kedekatan melalui interaksi saat bermain game.

Setelah kedekatan terjalin, anak-anak diajak berpindah ke platform komunikasi lain seperti WhatsApp atau Telegram untuk melanjutkan proses. Di tahap ini, pelaku mulai melakukan normalisasi dan penyebaran doktrin radikal, yang dianggap sangat berbahaya. BNPT mencatat bahwa pola ini telah terdeteksi sejak 2024 dan menjadi bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan bersama berbagai kementerian dan lembaga, termasuk aparat penegak hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemerintah telah meminta Roblox untuk memperketat fitur komunikasi, terutama interaksi dengan pengguna yang tidak dikenal. Ia menyoroti bahwa fitur komunikasi dengan orang asing menjadi perhatian utama karena berpotensi disalahgunakan untuk rekrutmen radikalisasi anak.

Roblox telah menerapkan teknologi verifikasi usia dan menonaktifkan fitur chat untuk pengguna di bawah 16 tahun sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan pembatasan usia. Meutya menambahkan bahwa kebijakan serupa akan diterapkan di seluruh platform digital dan game online untuk mencegah perpindahan pengguna ke platform lain yang belum diatur.

BNPT mengingatkan bahwa ancaman radikalisasi kini tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga melalui ruang digital yang dekat dengan keseharian anak. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk meningkatkan literasi digital dan mengawasi aktivitas anak saat bermain game, bukan dengan melarang, tetapi dengan memahami risiko yang ada.

Artikel Terkait