Teknologi

Apple Mencatat Pertumbuhan Dua Digit di Indonesia pada 2026

Apple Inc. mengalami pertumbuhan signifikan di Indonesia, dengan pendapatan mencapai USD111,2 miliar pada kuartal kedua fiskal 2026, mencerminkan permintaan yang kuat di pasar emerging.

L
Luthfi Zaki Maulana
03 May 2026 14 pembaca
Apple Mencatat Pertumbuhan Dua Digit di Indonesia pada 2026
Apple Melejit di Indonesia! Pertumbuhan Tembus Dua Digit di 2026. Foto: Apple

Apple Inc. berhasil mencatatkan kinerja yang mengesankan pada kuartal kedua fiskal 2026, dengan pertumbuhan dua digit di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini melaporkan pendapatan mencapai USD111,2 miliar, setara dengan sekitar Rp1.924 triliun, yang menunjukkan peningkatan 17% dibandingkan tahun lalu.

Dalam laporan keuangannya, laba per saham (EPS) dilusian mencapai USD2,01 atau sekitar Rp34.773, mengalami lonjakan 22% secara tahunan. CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa kuartal Maret ini merupakan yang terbaik bagi perusahaan. Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan dua digit terlihat di seluruh segmen geografis.

Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, menambahkan bahwa kinerja positif perusahaan tidak hanya berasal dari pasar maju, tetapi juga didorong oleh permintaan yang meningkat di negara berkembang. Ia menyebutkan, "Kami mencatat pertumbuhan dua digit di banyak pasar emerging, termasuk India dan Indonesia." Permintaan yang kuat ini juga berkontribusi pada peningkatan basis perangkat aktif Apple, yang mencapai rekor tertinggi di semua kategori produk dan wilayah.

Produk iPhone, terutama seri terbaru iPhone 17, menjadi pendorong utama pertumbuhan Apple. Permintaan yang tinggi di berbagai negara membuat iPhone 17 mencatatkan rekor pendapatan untuk kuartal Maret. Selain itu, lini layanan Apple juga berhasil mencetak rekor baru, sementara pendapatan dari lini Mac mencapai USD8,4 miliar, meningkat 6% dibandingkan tahun lalu.

Apple juga menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjangnya melalui kebijakan keuangan yang solid. Dewan direksi menyetujui dividen tunai sebesar USD0,27 per saham, yang akan dibayarkan pada 14 Mei 2026. Selain itu, perusahaan mengumumkan program pembelian kembali saham hingga USD100 miliar, setara dengan Rp1.730 triliun.

Dengan momentum pertumbuhan yang positif, terutama di Indonesia, Apple semakin mengukuhkan posisinya di pasar Asia Tenggara yang terus berkembang pesat.

Artikel Terkait