Teknologi

Transformasi Digital dengan AI Dapat Meningkatkan Laba Perusahaan

Zebra Technologies bersama Oxford Economics meluncurkan penelitian yang menunjukkan bahwa modernisasi alur kerja dengan teknologi AI dapat memberikan keuntungan signifikan bagi perusahaan di berbagai...

A
Angelica Putri Wijaya
09 August 2026 61 pembaca
Foto: Dok. Zebra
Foto: Dok. Zebra

Jakarta - Zebra Technologies berkolaborasi dengan Oxford Economics telah merilis penelitian global terbaru yang menyoroti dampak besar dari digitalisasi pada pekerja di garis depan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa modernisasi alur kerja melalui penggunaan AI, otomatisasi, dan data tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap profitabilitas perusahaan di sektor manufaktur, transportasi dan logistik (T&L), serta retail.

Dalam studi yang melibatkan 1.000 pemimpin senior dari berbagai negara, ditemukan bahwa memberikan teknologi cerdas kepada pekerja garis depan merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan bisnis di era digital.

Potensi Keuntungan yang Signifikan

Studi ini menganalisis potensi keuntungan finansial dari berbagai lini operasional. Di sektor manufaktur, organisasi yang berhasil mengoptimalkan alur kerja manajemen rantai pasok dan inventaris mereka dilaporkan dapat mengalami kenaikan laba hingga USD 6,6 juta. Optimalisasi di area lainnya juga menunjukkan hasil yang mengesankan. Misalnya, modernisasi alur kerja pemeliharaan dapat menghasilkan peningkatan laba hingga USD 6,2 juta, sementara pengembangan lini produksi memberikan nilai tambah sebesar USD 3,5 juta. Sebanyak 56% perusahaan manufaktur melaporkan peningkatan produktivitas setelah memodernisasi lini produksinya.

Tren positif ini juga dirasakan di sektor lainnya. Dalam industri retail, modernisasi sistem point of sale berpotensi meningkatkan laba hingga USD 4 juta. Di sektor T&L, peningkatan alur kerja pengiriman dan pemuatan dapat menghasilkan kenaikan laba sebesar USD 2,8 juta. Di sektor ini, 54% responden menyatakan adanya peningkatan kecepatan operasional berkat sistem pemilihan dan pengemasan yang lebih modern.

Pentingnya Adopsi AI di Tempat Kerja

Adopsi kecerdasan buatan kini menjadi kebutuhan operasional yang mendesak. Di sektor manufaktur, 50% pemimpin perusahaan menjadikan AI sebagai prioritas utama untuk pengembangan lini produksi. Ketertarikan yang serupa juga terlihat di sektor T&L, di mana minat terhadap AI untuk alur kerja pengiriman dan pemuatan meningkat tajam hingga tiga kali lipat. Tom Bianculli, Chief Technology Officer Zebra Technologies, menjelaskan bahwa integrasi kecerdasan buatan ke dalam alur kerja sehari-hari dapat mengubah wawasan menjadi tindakan yang terukur.

Menurutnya, operasional yang cerdas memberikan dampak nyata dengan menyederhanakan kompleksitas, meningkatkan produktivitas pekerja di garis depan, serta memperkuat keterlibatan mereka terhadap perusahaan.

Temuan global ini dianggap sejalan dengan transformasi yang sedang berlangsung di sektor logistik dan manufaktur di Indonesia. Eric Ananda, Country Manager Indonesia Zebra Technologies, mengutip penelitian PwC yang menunjukkan bahwa 96% pengguna AI generatif harian di Indonesia merasakan peningkatan produktivitas. Eric menekankan bahwa tantangan utama di Indonesia saat ini bukan hanya akses terhadap teknologi, tetapi juga bagaimana memastikan tim garis depan dilengkapi dengan data yang akurat, visibilitas waktu nyata, serta otomatisasi yang terintegrasi.

Modernisasi alur kerja yang penting ini tidak hanya efektif dalam mengatasi hambatan dalam rantai distribusi, tetapi juga secara langsung menciptakan nilai bisnis dan daya saing yang terukur di lapangan. Eric menambahkan, "Studi ini menegaskan bahwa modernisasi alur kerja yang krusial tersebut tidak hanya mengurai bottleneck dalam keandalan distribusi, melainkan juga secara langsung menciptakan nilai bisnis yang terukur di lapangan."

Artikel Terkait