Kesehatan

Tiga Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak

Kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kecerdasan dan perkembangan anak. Tiga kebiasaan sederhana ini dapat membantu orangtua dalam mendukung potensi bel...

A
Aisyah Nur Hidayah
07 September 2026 42 pembaca
Tiga Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Dalam upaya mendukung perkembangan optimal anak, orangtua sering kali mencari berbagai metode pengajaran yang modern. Namun, kunci utama untuk meningkatkan kecerdasan dan kesiapan belajar anak sebenarnya terletak pada rutinitas harian di rumah. Kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele memiliki peran penting dalam membangun fondasi biologis dan kognitif anak.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, yang menjabat sebagai Direktur Medical and Scientific Affairs Danone Indonesia, mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kebiasaan penting yang sering kali terlewatkan oleh orangtua, padahal dapat berdampak besar pada kemampuan konsentrasi dan proses belajar anak. Hal ini disampaikan dalam acara talkshow Bebelac bertajuk "Growing Little Minds: The Science Behind Every Child's Potential" di Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026.

Kebiasaan Harian yang Mendorong Potensi Anak

Salah satu kebiasaan yang dapat meningkatkan potensi anak adalah rutinitas makan bersama. Aktivitas ini bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga merupakan kesempatan bagi anak untuk mengamati dan meniru interaksi sosial. "Makan itu adalah perilaku primitif. Jadi, 80 persen tumbuh kembang anak bisa disimulasi lewat proses makan bersama," jelas Dr. Ray. Sayangnya, kebiasaan ini semakin berkurang akibat kesibukan orangtua dan penggunaan gawai untuk menenangkan anak saat makan. Padahal, berbagi momen makan dengan keluarga dapat menciptakan komunikasi yang hangat dan melatih fokus anak tanpa gangguan digital.

Selain itu, pemenuhan kebutuhan serat harian anak juga sangat penting. Banyak orangtua yang lebih fokus pada pengurangan karbohidrat atau penambahan protein, tetapi sering kali mengabaikan asupan serat yang diperlukan untuk kesehatan pencernaan. "Asupan serat ini yang paling banyak dikesampingkan orangtua, bahkan data penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen anak Indonesia kekurangan asupan serat," ungkap Dr. Ray. Kekurangan serat dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang berpengaruh langsung pada konsentrasi dan kapasitas kognitif anak. Oleh karena itu, orangtua disarankan untuk memanfaatkan produk nutrisi yang mengandung prebiotik seperti FOS, GOS, dan Inulin untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Pentingnya Kedisiplinan Waktu Tidur

Kebiasaan penting lainnya adalah menjaga kedisiplinan waktu tidur malam. Beberapa orangtua sering menganggap bahwa stimulasi yang cukup dan nutrisi berkualitas sudah cukup untuk meningkatkan kecerdasan anak, sehingga waktu istirahat malam sering diabaikan. Padahal, tidur malam adalah saat yang sangat penting untuk regenerasi sel dan pemulihan tubuh. "Tidur itu satu-satunya saat di mana tubuh menghasilkan growth hormone dalam jumlah banyak," jelas Dr. Ray. Selain berfungsi untuk perkembangan fisik dan struktur tulang, tidur yang cukup juga membantu menetralkan hormon stres yang didapat anak sepanjang hari.

Dengan menggabungkan kebiasaan makan bersama, pemenuhan serat yang cukup, dan kedisiplinan waktu tidur, orangtua dapat membantu anak membangun fondasi yang kuat untuk belajar dan berkembang secara optimal.

Artikel Terkait