Kekhawatiran mengenai keracunan massal kembali muncul setelah ratusan anak di Sidoarjo, Nganjuk, Rembang, dan Tana Toraja mengalami gejala mual dan diare parah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam situasi darurat ini, banyak orangtua yang tanpa sadar melakukan tindakan pertolongan yang salah di rumah, terpengaruh oleh mitos yang beredar. Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penanganan keracunan anak, beberapa dokter pakar memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang seharusnya dihindari.
Langkah Pertolongan yang Salah
1. Memaksa Anak untuk Muntah
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memaksa anak untuk muntah dengan cara mengorek mulutnya. Menurut dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., M.Kes., CHt., FISQua, tindakan ini dapat menyebabkan risiko aspirasi, di mana cairan lambung yang dikeluarkan dapat masuk ke saluran pernapasan. Hal ini dapat mengakibatkan radang paru-paru, yang lebih berbahaya daripada gejala pencernaan itu sendiri.
2. Memberikan Obat Diare Dewasa
Memberikan obat anti-diare yang diperuntukkan bagi orang dewasa juga merupakan kesalahan yang berpotensi membahayakan. Dr. Arifin menjelaskan bahwa obat tersebut dapat mengganggu gerakan usus anak dan menyebabkan komplikasi lebih lanjut.
3. Memberikan Antibiotik Tanpa Resep
Orangtua juga diingatkan untuk tidak sembarangan memberikan antibiotik tanpa arahan dari dokter. Hal ini penting untuk mencegah penggunaan obat yang tidak tepat.
4. Menghentikan Makan dan Minum
Beberapa orangtua memilih untuk menghentikan pemberian makanan dan minuman pada anak dengan alasan agar lambung mereka istirahat. Dr. Wirawan Hambali, SpPD, FINASIM, menekankan bahwa tindakan ini justru dapat mempercepat dehidrasi.
Pentingnya Penanganan yang Tepat
5. Hanya Memberi Air Putih
Memberikan air putih saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan anak. Dr. Arifin menegaskan bahwa meskipun cairan mungkin terpenuhi, kandungan elektrolit dalam tubuh anak bisa menjadi semakin rendah.
6. Merasa Aman Ketika Anak Tidur
Orangtua sering kali merasa tenang ketika anak sudah berhenti menangis dan mulai tidur. Namun, ini bisa jadi tanda bahwa anak mengalami kehabisan energi akibat kurangnya asupan cairan.
7. Menunda Ke Rumah Sakit
Dr. Wirawan memperingatkan agar orangtua tidak menunda penanganan medis, terutama jika anak menunjukkan gejala serius seperti darah dalam tinja atau penurunan kesadaran.
8. Mengabaikan Kebersihan
Terakhir, penting untuk menjaga kebersihan saat menyiapkan makanan pemulihan. Proses mencuci alat makan yang tidak bersih dapat menyebabkan infeksi baru.
Dengan memahami langkah-langkah yang harus dihindari, diharapkan orangtua dapat memberikan pertolongan yang lebih tepat dan aman untuk anak-anak mereka yang mengalami keracunan.