Teknologi

Target Ambisius Komdigi untuk Garuda Spark dalam Dua Tahun ke Depan

Kementerian Komunikasi dan Digital berencana mengembangkan Garuda Spark menjadi 20 hub dan 500 spoke dalam dua tahun mendatang, guna memperluas ekosistem digital di seluruh Indonesia.

Y
Yusuf Ahmad Pratama
27 August 2026 55 pembaca
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target bagi Garuda Spark untuk berkembang menjadi 20 hub dan 500 spoke dalam jangka waktu dua tahun ke depan. Langkah ini bertujuan untuk memperluas ekosistem digital ke hampir seluruh kabupaten di Indonesia.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa dalam waktu sekitar 10 bulan, Garuda Spark telah mengalami pertumbuhan dari tiga hub dan 15 spoke menjadi 10 hub dan 60 spoke. Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah hingga akhir tahun ini. "Ke depan kita menargetkan, insya Allah, dalam waktu dua tahun depan menjadi 20 hub dan 500 spoke tersebar hampir di seluruh kabupaten Indonesia," ungkap Edwin saat peluncuran Garuda Spark Innovation Hub di BSD City, Rabu (26/8/2026).

Pengembangan Pusat Teknologi

Edwin menjelaskan bahwa hub yang dibangun akan berfungsi sebagai pusat untuk mendirikan dan mengembangkan perusahaan teknologi di Indonesia agar dapat bersaing di pasar. Sementara itu, spoke akan menjadi basis untuk pengembangan talenta dan pelaku teknologi di berbagai daerah. Melalui pendekatan ini, Komdigi menargetkan lahirnya 1.000 perusahaan teknologi yang mampu bersaing secara global.

Di samping itu, jaringan spoke ditargetkan untuk menciptakan 2 juta talenta digital dan 2 juta pelaku teknologi di seluruh Indonesia. "Seribu perusahaan teknologi di atas dengan 4 juta manusia sebagai fondasi, ini bukan kebetulan, ini adalah pilihan by design, dan inilah cita-cita kami," tambahnya.

Pendekatan yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Lokal

Edwin menegaskan bahwa Garuda Spark tidak hanya dibangun untuk menciptakan ekosistem digital yang terpusat di kota-kota besar. Setiap daerah akan mendapatkan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kekuatan masing-masing. Model pengembangan ini akan mengikuti tiga prinsip, yaitu nationally coordinated, locally adapted, dan globally connected. Dengan demikian, meskipun pengembangan Garuda Spark terkoordinasi secara nasional, implementasinya akan disesuaikan dengan kondisi lokal dan tetap membuka koneksi ke jaringan global.

Saat ini, jaringan Garuda Spark telah hadir di berbagai wilayah melalui hub di Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Malang, Makassar, Batam, Aceh, dan Jayapura, bekerja sama dengan mitra dari industri dan pemerintah daerah. Sementara itu, 60 spoke dikembangkan melalui kolaborasi dengan kampus dan komunitas, termasuk Universitas Terbuka, ICT Institute, Universitas Perwira Jaya, dan Universitas Gadjah Mada.

Edwin menegaskan bahwa perluasan Garuda Spark merupakan bagian dari upaya membangun fondasi ekosistem digital yang lebih luas. "Kita tidak sedang membangun menara yang tinggi, kita sedang membangun fondasi yang luas menjangkau seluruh Indonesia," jelasnya. Mengenai target untuk 10 Garuda Spark berikutnya, Komdigi belum mengungkapkan rincian lebih lanjut, tetapi menyebutkan bahwa fasilitas tersebut akan segera hadir di Bali dan Palembang.

Artikel Terkait