Kesehatan

Tantangan Ekonomi Seorang Ibu dalam Merawat Anak Berkebutuhan Khusus

Mardiah menghadapi berbagai tantangan dalam merawat anak berkebutuhan khususnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang sesuai dengan kondisi anaknya. Keterbatasan biaya menjadi salah satu ham...

M
Maria Gabriella
29 October 2026 2 pembaca
CL Organic Green & Healthy Expo 2026, Jakarta Barat, Rabu (28/10/2026).(KOMPAS.com/AMANDA DEAH MAHARANI)
CL Organic Green & Healthy Expo 2026, Jakarta Barat, Rabu (28/10/2026).(KOMPAS.com/AMANDA DEAH MAHARANI)

Merawat anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian khusus dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan, sosialisasi, dan konsumsi. Hal ini dirasakan oleh Mardiah, yang harus memberikan perhatian ekstra dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya. Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah keterbatasan biaya, terutama dalam menyesuaikan makanan dengan kondisi anaknya.

Pantangan Makanan yang Harus Diperhatikan

Mardiah menceritakan bahwa anaknya yang kini berusia sekitar 18 tahun memiliki sejumlah pantangan makanan. Kondisi ini membuatnya tidak bisa sembarangan memberikan makanan seperti anak-anak lainnya. “Karena kan untuk makanan berbeda dengan anak-anak lain. Enggak boleh makan apa saja,” ungkap Mardiah saat diwawancarai pada CL Organic Green and Healthy Expo 2026.

Ia menjelaskan bahwa makanan berbahan dasar terigu merupakan salah satu yang harus dibatasi. Selain itu, konsumsi gula juga perlu diperhatikan karena anaknya memiliki beberapa pantangan yang harus dipertimbangkan dalam keseharian. Mardiah menekankan pentingnya memperhatikan bahan yang terkandung dalam makanan agar sesuai dengan kebutuhan anaknya. “Dari kecil memang sulit. Jadi yang dari terigu semacam itu, gula juga dibatasi dan banyak alerginya,” tambahnya.

Pengalaman Alergi yang Dialami Anak

Mardiah juga berbagi pengalaman mengenai alergi yang dialami anaknya. Ia mengungkapkan bahwa anaknya pernah mengalami bisul setelah mengonsumsi vitamin yang menurutnya berasal dari ikan ketika masih kecil. “Dulu kecil minum vitamin dari ikan, nah itu terus tumbuh bisul,” jelasnya. Kejadian serupa terjadi lagi setelah anaknya sakit campak dan diberikan vitamin untuk mata yang juga mengandung minyak ikan. Setelah kejadian tersebut, bisul pada anaknya terus muncul, yang membuat Mardiah semakin berhati-hati terhadap kandungan makanan dan produk yang dikonsumsi anaknya.

Ketika ditanya tentang makanan organik, Mardiah menyatakan bahwa produk tersebut bisa menjadi pilihan baik untuk sumber nutrisi, tetapi harga menjadi pertimbangan tersendiri bagi keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan untuk menyesuaikan makanan anak sudah menjadi perhatian dalam kehidupan sehari-hari. “Sebetulnya lebih bagus organik, tapi kan harganya lumayan buat saya tentunya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya terkait dengan pemilihan bahan makanan, tetapi juga dengan keterjangkauan harga. Bagi keluarga yang memiliki kebutuhan pangan khusus, biaya menjadi hal yang sangat penting saat menentukan pilihan makanan sehari-hari. Meskipun makanan organik tidak selalu lebih cocok untuk setiap anak berkebutuhan khusus, kebutuhan gizi dan pantangan makanan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan. Bagi Mardiah, tantangan ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan anaknya, yang memerlukan pertimbangan cermat antara makanan yang dapat dikonsumsi dan kemampuan finansial keluarga.

Artikel Terkait