Kesehatan

Perjalanan Made: Dari Ketidaksengajaan Menjadi Guru Kecantikan

Made Sumiati, M.Pd, seorang guru di SMKN 3 Bogor, menemukan panggilannya dalam dunia pendidikan kecantikan setelah mengikuti beasiswa pemerintah yang tidak terduga. Kini, ia mendedikasikan hidupnya un...

N
Nathania Gabriella Wardani
29 October 2026 11 pembaca
Made Sumiati, M.Pd, Guru SMKN 3 Bogor dan mitra program L’Oreal dari Hairducation.(Dok. Pribadi)
Made Sumiati, M.Pd, Guru SMKN 3 Bogor dan mitra program L’Oreal dari Hairducation.(Dok. Pribadi)

JAKARTA - Kisah karier sering kali dipenuhi dengan kejutan yang tidak terduga, seperti yang dialami oleh Made Sumiati, M.Pd, seorang guru di SMKN 3 Bogor dan juga mitra program L’Oréal dari Hairducation. Awalnya, Made tidak memiliki niat untuk menjadi guru, tetapi setelah menerima tawaran beasiswa pemerintah, ia menemukan jalan hidupnya dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mencetak lulusan penata rambut yang profesional dan berstandar industri.

Awal Mula yang Tak Terduga

Mengenang kembali masa setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada tahun 1986, Made mengungkapkan bahwa ia tidak pernah membayangkan akan berdiri di depan kelas sebagai seorang guru kecantikan. Rencana awalnya adalah untuk mendalami bahasa Inggris di Universitas Udayana. Namun, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan gratis di bidang kecantikan datang, dan keluarganya pun mendukung keputusan tersebut. "Tapi saya terpanggil untuk ikut kuliah beasiswa dari pemerintah untuk kuliah menjadi calon guru dengan jurusan kecantikan. Kemudian orangtua saya memilih program tersebut karena gratis di Jakarta," kenangnya.

Selama tiga tahun belajar, Made mendapatkan fondasi yang kuat dalam bidang keahlian yang ia tekuni. "Awalnya saya tidak tahu pelajarannya akan seperti apa, tapi dalam waktu 3 tahun saya belajar banyak mulai dari cutting, coloring, ferming, cari model untuk praktik, namun perjuangan itu sekarang membuahkan hasil," tuturnya. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Made melanjutkan kariernya sebagai pengajar di bidang tata rias dan rambut.

Kemandirian Melalui Keterampilan

Bagi Made, keterampilan dalam merawat kecantikan adalah kunci untuk mencapai kemandirian, terutama bagi perempuan. "Kalau punya keterampilan itu sangat membantu perempuan. Suatu keterampilan itu pasti berguna, seperti di bidang kecantikan ini kita bisa dandan atau hairdo sendiri," jelasnya. Selain mengajar di sekolah, ia juga memanfaatkan keterampilannya dengan membuka jasa layanan rambut di rumah setelah jam kerja. "Dulu itu coloring mahal dan tekniknya ribet, tapi sekarang teknologi dan alatnya sudah banyak yang membantu. Saya juga terima jasa coloring di rumah, sederhana saja dan customernya tahu biasanya malam setelah saya mengajar," tambahnya.

Inovasi dalam Metode Pengajaran

Selama mengajar di SMKN 3 Bogor, Made memperbarui metode pengajarannya setelah mendapatkan kesempatan untuk mendalami tata rambut bersama L’Oréal. Ia mulai mengajarkan materi tata rambut dengan pendekatan sains dan anatomi, bukan hanya sekadar hafalan langkah kerja salon. "Saya kemudian mempelajari anatomi rambut dan hair science, termasuk bagaimana warna meresap ke batang rambut serta perubahan yang terjadi selama proses pewarnaan,” ujarnya. Pendekatan analitis ini membawa perubahan dalam interaksi belajar di kelasnya.

Meskipun telah memiliki pengetahuan dari masa kuliahnya, Made terus memperbarui ilmunya agar sesuai dengan perkembangan zaman. "Pengetahuan itu mengubah cara saya mengajar. Sekarang saya dapat menjelaskan bukan hanya apa yang harus dilakukan, tetapi juga alasan di balik setiap tahap, sehingga murid tidak sekadar menghafal prosedur, tetapi mampu menganalisis kondisi rambut dan menentukan penanganan yang tepat," tegasnya.

Dengan semangat untuk terus membagikan ilmu, Made aktif mencari cara untuk tetap mengajar selama masa pandemi, termasuk merancang materi presentasi visual dan video tutorial agar siswa dapat memahami teknik potong dan warna rambut dari rumah. Usahanya membuahkan hasil berupa buku Pemangkasan dan Pewarnaan Rambut untuk Kelas XI, yang kini berstatus ISBN dan menjadi panduan bagi sejumlah guru vokasi di berbagai daerah.

Untuk memastikan siswanya siap menghadapi dunia kerja, ia rutin mengajak anak didiknya untuk mengunjungi fasilitas L’Oréal Professionnel Academy. Melalui kelas Hairducation, Made juga menghadirkan guru tamu dari kalangan praktisi salon, sehingga siswa dapat menjembatani teori yang mereka pelajari dengan keterampilan yang dibutuhkan di industri.

Artikel Terkait