Jakarta - Dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), layanan digital, cloud computing, dan ekonomi digital, permintaan akan pusat data di Indonesia semakin meningkat. Namun, pertumbuhan industri ini membawa sejumlah tantangan, termasuk kebutuhan energi, efisiensi, keamanan siber, pengelolaan sumber daya, dan keberlanjutan. Selain itu, permintaan akan tenaga profesional di sektor pusat data juga terus melonjak.
Perkembangan AI serta infrastruktur komputasi yang semakin kompleks menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal, agar Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai pasar, tetapi juga memiliki kapasitas industri yang mandiri. Aspek kebijakan dan regulasi menjadi perhatian penting, di mana industri memerlukan ruang dialog yang konstruktif dan terstruktur dengan regulator agar regulasi yang ada dapat selaras dengan kebutuhan industri.
Komunikasi yang Diperlukan antara Industri dan Regulator
Ketua Bidang Regulasi dan Hukum IDCEC, Nico Mooduto, menyatakan bahwa komunikasi antara pelaku industri dan regulator harus diperkuat untuk memberikan kepastian dalam perkembangan pusat data. "Kami ingin membangun komunikasi yang lebih terstruktur antara pelaku industri dan regulator, sehingga kebijakan yang lahir dapat memberikan kepastian sekaligus mendukung pertumbuhan pusat data yang aman, berkelanjutan, dan kompetitif," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Berbagai tantangan ini menjadi salah satu alasan di balik peluncuran Indonesia Data Center Ecosystem Council (IDCEC) sebagai wadah kolaborasi bagi para pemangku kepentingan di industri pusat data. Ketua Umum IDCEC, Nawi Jaya, menekankan pentingnya kolaborasi antara industri, pemerintah, regulator, akademisi, investor, dan tenaga profesional untuk mendukung pertumbuhan industri pusat data.
Prioritas dan Pilar Utama IDCEC
"IDCEC hadir untuk menyatukan berbagai kepentingan dalam satu ekosistem kolaborasi, sehingga pertumbuhan industri pusat data tidak hanya mengejar kapasitas, tetapi juga memperkuat kemandirian, kompetensi SDM, dan daya saing Indonesia," kata Nawi. Dalam lima tahun ke depan, IDCEC akan memfokuskan diri pada penguatan kolaborasi ekosistem pusat data, pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, pengembangan industri yang berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi SDM.
Program yang direncanakan mencakup pelatihan dan sertifikasi serta pembukaan akses yang lebih luas bagi tenaga kerja lokal terhadap kebutuhan industri pusat data. IDCEC mengusung tiga pilar utama melalui konsep A.C.E., yang merupakan singkatan dari Advise, Connect, dan Elevate. Advise berfokus pada peran asosiasi sebagai kompas strategis bagi industri, regulator, dan institusi pendidikan. Connect diarahkan untuk membangun jejaring kolaborasi, sedangkan Elevate berfokus pada peningkatan kompetensi SDM.
Nawi menegaskan bahwa IDCEC tidak ingin pertumbuhan pusat data hanya menjadikan Indonesia sebagai lokasi pembangunan fasilitas semata. "Target kami bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai tempat bertumbuhnya fasilitas pusat data, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat Indonesia memiliki kemampuan, SDM, standar, dan daya saing sendiri," tutupnya.