Teknologi

Sidang Meta: Masa Depan Facebook dan Instagram Terancam Berubah Drastis

Persidangan Meta di California berpotensi mengubah wajah Facebook dan Instagram, dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut mendorong perilaku kecanduan di kalangan remaja dan anak-anak.

M
Muhammad Rizki Ramadhan
25 August 2026 67 pembaca
Foto: Getty Images/bombuscreative
Foto: Getty Images/bombuscreative

Jakarta - Persidangan yang dihadapi Meta di California dapat menjadi penentu bagi masa depan perusahaan, terutama terkait dengan potensi perubahan signifikan pada platform Facebook dan Instagram. Sidang yang dimulai pada hari Selasa waktu setempat ini melibatkan Jaksa Agung California, Rob Bonta, yang menggugat Meta. Kasus ini muncul setelah tuduhan bahwa Meta berkontribusi pada perilaku kecanduan di kalangan anak-anak dan remaja.

Persidangan ini melibatkan koalisi yang terdiri dari 29 jaksa agung negara bagian yang mengajukan gugatan gabungan terhadap Meta pada tahun 2023. Para pengacara dari California, Colorado, New Jersey, dan Kentucky akan berdebat dalam sidang ini. Jika Meta dinyatakan kalah, dampaknya bisa sangat besar bagi Instagram dan Facebook.

Taruhan Besar untuk Meta

Dengan semakin banyak pejabat pemerintah di seluruh Amerika Serikat yang mendesak pertanggungjawaban Meta atas dugaan pelanggaran hukum, termasuk Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak dan berbagai undang-undang perlindungan konsumen, taruhannya menjadi semakin tinggi. Para pakar industri menyebut momen ini sebagai 'momen Big Tobacco' bagi media sosial, mengingat perusahaan-perusahaan tembakau di tahun 1990-an yang terpaksa membayar miliaran dolar akibat menyesatkan publik mengenai bahaya produk mereka.

Meta mengklaim bahwa mereka menghadapi ancaman denda triliunan dolar dan kerusakan pada model periklanannya. Namun, dampak dari persidangan ini dapat melampaui satu perusahaan saja, berpotensi mengubah bentuk media sosial yang kita kenal saat ini.

Desain Adiktif yang Dipermasalahkan

Negara-negara bagian yang terlibat dalam gugatan ini ingin pengadilan memaksa Meta untuk menghapus fitur-fitur desain yang dianggap adiktif di Instagram dan Facebook. Fitur-fitur tersebut mencakup pengguliran tanpa batas, video yang diputar otomatis, konten yang hilang seperti Instagram Stories, filter kecantikan, dan algoritma yang mendominasi feed.

Wakil Jaksa Agung California, Megan O'Neill, menyatakan bahwa Meta lebih mengutamakan keuntungan dibandingkan keselamatan pengguna, dengan menyembunyikan kenyataan mengenai pengguna di bawah usia 13 tahun di platformnya. Dia menegaskan bahwa model bisnis Meta dirancang untuk menjebak pengguna dan mengumpulkan data, sambil menyembunyikan kebenaran dari publik.

Kate Winick, seorang analis di Forrester, memperingatkan bahwa persidangan ini berpotensi menjadi akhir dari media sosial seperti yang kita kenal. Dia menambahkan, "Putusan apa pun yang memberatkan Meta akan menetapkan preseden yang sangat besar. Hasil dari persidangan ini kemungkinan akan mirip dengan tuntutan hukum terhadap Big Tobacco, di mana produk-produk tersebut akan lebih sulit diakses oleh generasi muda."

Rob Bonta, Jaksa Agung California, mengungkapkan bahwa Meta hanyalah yang pertama dalam antrean, dengan berbagai jaksa agung negara bagian lain juga menggugat perusahaan media sosial terkait kerugian yang ditimbulkan. Terdapat pula gugatan yang masih tertunda terhadap YouTube dan Snap.

Winick juga memprediksi bahwa platform media sosial lainnya, seperti Snap yang memiliki basis pengguna lebih muda, kemungkinan akan melakukan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang dipaksakan pada Meta akibat persidangan ini. "Kecil kemungkinan hal ini akan membunuh industri tersebut secara permanen, tetapi akan signifikan mengurangi penggunaan dalam jangka panjang karena pengguna muda tidak lagi diperkenalkan pada platform-platform itu," tambahnya.

Artikel Terkait