Jakarta - Berbeda dengan lelang frekuensi yang dilakukan sebelumnya, pada seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz kali ini, semua operator yang berpartisipasi berhasil mendapatkan alokasi meskipun dengan proporsi yang bervariasi. Hasil ini menjadi pembeda dari lelang frekuensi sebelumnya, seperti lelang frekuensi 2,1 GHz yang hanya dimenangkan oleh dua dari tiga operator yang bersaing, dan lelang frekuensi 2,3 GHz yang hanya satu dari lima operator yang berpartisipasi berhasil meraih kemenangan.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena semua operator, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart, mengikuti seluruh proses seleksi. "Bahwa ini kemudian dimenangkan oleh ketiga operator karena ketiganya mengikuti semua proses, jadi tahapannya jelas juga melalui auction. Artinya, ya karena memang tiga-tiganya ikut secara transparansi, akuntabel, terbuka, dan hasilnya adalah seperti ini," ungkap Meutya di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, pada Selasa (21/7/2026).
Proses Lelang dan Pemenang
Meutya telah menetapkan pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz setelah proses seleksi untuk memperebutkan blok kosong spektrum tersebut berlangsung dari April hingga Juli 2026. XLSmart dinyatakan sebagai pemenang lelang frekuensi 700 MHz dengan menguasai bandwidth 30 MHz dan nilai penawaran mencapai Rp 1,0602 triliun. Selanjutnya, Telkomsel berhasil memperoleh bandwidth 20 MHz dengan penawaran sebesar Rp 642,5 miliar, sementara Indosat juga mendapatkan bandwidth 20 MHz dengan nilai penawaran Rp 507,48 miliar.
Di sisi lain, Telkomsel menjadi pemenang lelang frekuensi 2,6 GHz dengan menguasai bandwidth 80 MHz dan nilai penawaran Rp 545,84 miliar. Indosat memperoleh bandwidth 60 MHz dengan penawaran Rp 372 miliar, sedangkan XLSmart meraih bandwidth 50 MHz dengan nilai penawaran Rp 231,6 miliar.
Harapan untuk Transformasi Digital
Meutya menekankan bahwa frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan spektrum yang akan menjadi fondasi utama dalam upaya transformasi digital nasional. "Karena itu kita tentu berharap dengan selesainya proses lelang, ini dapat mendorong transformasi digital nasional yang lebih baik dan lebih cepat lagi, serta memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat dan harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput," kata Meutya.