Teknologi

Schneider Electric Mengungkap Bahaya Arc Flash pada Data Center Berbasis 800 VDC

Schneider Electric telah merilis sebuah studi yang menganalisis risiko arc flash pada arsitektur daya 800 VDC untuk data center AI, memberikan panduan bagi operator dan insinyur dalam mengelola kesela...

J
Jonathan Michael Saputra
07 August 2026 75 pembaca
Schneider Electric Ungkap Risiko Arc Flash pada Data Center AI 800 VDC Foto: Schneider Electric
Schneider Electric Ungkap Risiko Arc Flash pada Data Center AI 800 VDC Foto: Schneider Electric

Jakarta - Schneider Electric baru-baru ini meluncurkan sebuah studi yang meneliti risiko arc flash dalam konteks arsitektur daya 800 VDC untuk data center yang mendukung kecerdasan buatan (AI). Ini menjadi analisis pertama di sektor ini yang menawarkan panduan praktis bagi para operator dan insinyur untuk mengenali, menilai, dan mengurangi risiko keselamatan pada infrastruktur data center generasi mendatang.

Arc flash adalah fenomena ledakan energi listrik yang dapat menghasilkan panas ekstrem dan berpotensi menyebabkan cedera serius serta kerusakan pada peralatan. Schneider Electric menekankan pentingnya kajian ini seiring dengan pergeseran industri menuju sistem distribusi daya 800 VDC, yang dirancang untuk mendukung rak server AI dengan konsumsi daya mencapai 400 kW atau lebih.

Perbandingan Arsitektur 800 VDC

Dalam studi tersebut, Schneider Electric membandingkan dua arsitektur 800 VDC yang sering digunakan oleh perusahaan hyperscaler. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko arc flash sangat dipengaruhi oleh desain sistem, lokasi kapasitor, serta kecepatan perangkat proteksi dalam memutuskan gangguan listrik.

Manish Kumar, EVP Secure Power & Data Centers Schneider Electric, menyatakan bahwa distribusi daya 800 VDC merupakan inovasi signifikan dalam desain data center, namun aspek keselamatannya perlu diteliti secara mendalam. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan beberapa perusahaan hyperscaler telah menghasilkan salah satu kerangka kerja praktis pertama yang dapat membantu insinyur dalam mengevaluasi risiko arc flash, memahami karakteristik gangguan, serta merancang sistem proteksi yang efektif untuk arsitektur bertegangan tinggi.

Pengelolaan Risiko Arc Flash

Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa risiko arc flash pada sistem 800 VDC dapat dikelola, bahkan dalam skenario terburuk yang melibatkan kapasitor. Dalam banyak situasi, tingkat risiko yang ada setara dengan sistem distribusi listrik AC yang saat ini digunakan di berbagai data center.

Schneider Electric juga menemukan bahwa penerapan perangkat lunak simulasi dan teknologi digital twin dapat memberikan pemodelan risiko yang lebih akurat dibandingkan dengan metode konvensional yang cenderung memberikan estimasi risiko yang berlebihan. Penelitian ini juga mengevaluasi dua pendekatan distribusi daya 800 VDC yang semakin banyak diterapkan dalam industri.

Pada arsitektur tingkat rak (power rack), energi arc flash tercatat jauh di bawah batas aman penggunaan alat pelindung diri (PPE), bahkan tanpa perlindungan tambahan. Sementara itu, pada arsitektur terpusat di tingkat fasilitas, meskipun potensi energi insiden sedikit lebih tinggi, masih dapat dikelola hingga mencapai level yang aman dengan penerapan sistem proteksi standar.

Studi ini juga menyoroti tiga faktor kunci yang mempengaruhi keamanan implementasi 800 VDC, yaitu karakteristik transien saat terjadi gangguan, penggunaan simulasi untuk meningkatkan akurasi analisis, serta pemilihan desain sistem seperti penempatan kapasitor dan perangkat pencegah arus balik. Schneider Electric berharap hasil studi ini dapat membantu industri beralih ke arsitektur daya 800 VDC dengan lebih aman, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI dan pembangunan data center berkapasitas tinggi.

Perusahaan juga telah melakukan pengujian kemampuan live swap pada sistem 800 VDC untuk mendukung proses pemeliharaan yang aman.

Artikel Terkait