Pemilihan pakaian dan aksesori yang tepat sangat penting untuk memastikan pengalaman berlari menjadi lebih nyaman, aman, dan penuh percaya diri. Stena Wakkary, seorang penggemar olahraga, membagikan lima perlengkapan esensial yang selalu ia persiapkan sebelum berlari. "Supaya larinya lebih nyaman, juga lebih pede. Sama satu lagi biar difoto juga bagus," ujarnya dalam konferensi pers Amartha 10X Run 2026 yang berlangsung pada hari Jumat, 7 Agustus.
1. Smartwatch untuk Memantau Performa
Bagi para pelari, jam tangan sering kali dianggap sebagai aksesori tambahan. Namun, alat ini sangat berguna untuk memantau durasi, jarak, dan pace selama berlari, sehingga kemajuan latihan dapat terpantau dengan lebih mudah. "Jam tangan buat nge-save ini lari aku, hasil lari aku sama lihat pace-nya berapa sih?" jelas Stena. Bagi pelari pemula, tidak perlu langsung membeli jam tangan lari yang mahal; perangkat dengan fitur dasar sudah cukup untuk melacak perkembangan latihan. Fitur tambahan seperti sensor detak jantung dan GPS bisa dipertimbangkan seiring dengan peningkatan target latihan.
2. Topi untuk Melindungi dari Sinar Matahari
Berlari di bawah sinar matahari membuat topi menjadi aksesori yang sangat fungsional, terutama bagi mereka yang berolahraga di pagi hari menjelang siang. Topi tidak hanya mengurangi paparan sinar matahari langsung ke wajah, tetapi juga membantu menyerap keringat agar tidak mengganggu penglihatan. Pilihlah topi lari yang terbuat dari bahan ringan, memiliki sirkulasi udara yang baik, cepat kering, dan dapat diatur ukurannya. Menurut Stena, topi adalah salah satu dari lima perlengkapan yang membuat penampilan saat berlari terasa lebih lengkap.
3. Sepatu dengan Bantalan Nyaman
Jika ada satu item yang sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan penampilan, itu adalah sepatu. Sepatu lari harus terasa nyaman sejak pertama kali dipakai, karena kaki adalah bagian tubuh yang menerima beban berulang selama berlari. Stena memiliki kriteria sederhana dalam memilih sepatu. "Yang pasti bantalan-nya empuk, terus cocok di kaki aku nomor satu," ungkapnya. Untuk pemula, penting untuk memilih ukuran yang pas dan bantalan yang nyaman saat bergerak. Pelari juga disarankan untuk memilih sepatu berdasarkan bentuk kaki dan jenis medan lari, seperti sepatu road running untuk permukaan aspal.
4. Running Belt untuk Membawa Barang Kecil
Menggenggam ponsel, kunci, atau kartu saat berlari bisa mengganggu gerakan tangan. Running belt atau sabuk lari menjaga barang-barang kecil tetap aman di pinggang tanpa menyebabkan guncangan berlebih. Pilihlah belt yang stabil saat bergerak dan memiliki kompartemen yang cukup untuk kebutuhan dasar. Tidak perlu memilih yang terlalu besar, karena semakin banyak barang yang dibawa, semakin besar kemungkinan aksesori tersebut mengganggu saat berlari.
5. Pakaian yang Nyaman dan Stylish
Pakaian lari merupakan item yang paling mudah untuk dieksplorasi dalam hal gaya. Namun, penting untuk tidak mengabaikan fungsi pakaian demi penampilan. "Topi, sepatu, dan juga belt sama baju yang lucu," kata Stena saat menyebut lima perlengkapan lari pilihannya. Untuk pakaian lari, pilihlah bahan yang ringan dan mampu menyerap atau mengalirkan keringat dengan baik, dibandingkan dengan bahan yang mudah menahan kelembapan. Atasan berwarna cerah dapat dipadukan dengan celana pendek atau legging berwarna netral. Pilihan warna monoton seperti hitam, abu-abu, dan krim juga bisa dipilih jika ingin tampil lebih sederhana. Gunakan pakaian berbahan nylon yang cepat kering dan efektif dalam membuang panas.
Lima perlengkapan lari yang direkomendasikan tersebut sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing pelari. Yang terpenting, pakaian dan aksesori tidak mengganggu gerakan serta membuat sesi latihan lari menjadi lebih nyaman. Semangat ini juga diusung dalam Amartha 10X Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta. Tahun ini, acara ini menghadirkan kategori 10K dan half marathon dengan tema #WeGoBeyond.
Bagi Stena, tema #WeGoBeyond, yang berarti "melampaui batas," memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang. "Bagi sebagian orang, go beyond berarti menyelesaikan race pertama, berlari lebih jauh, atau memperbaiki catatan waktu. Apa pun targetnya, yang terpenting adalah berani memulai, berlatih secara konsisten, dan menikmati setiap progres," tuturnya. Satrio Guardian, Race Director Indonesia Muda Road Runner, menekankan bahwa aspek keamanan sangat penting dalam setiap perlombaan Amartha. "Race yang baik bukan hanya diukur dari kemeriahan di garis start dan finish, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan peserta sepanjang perjalanan," ujarnya.
Untuk mendukung peserta selama perlombaan, panitia telah menyiapkan delapan ambulans yang dilengkapi AED, petugas medis setiap dua kilometer, marshal setiap 100 meter, serta 10 water station dan fruit station di sepanjang lintasan.