JAKARTA - Penampilan aktris Diana Pungky yang tampak awet muda di usia 50-an menarik perhatian banyak orang. Sebagai Brand Ambassador Sciton, Diana menjelaskan bahwa kulit yang sehat dan kencang bukanlah hasil instan, melainkan hasil dari disiplin dalam merawat diri sejak muda. Kombinasi gaya hidup sehat dan pemilihan perawatan klinis yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga penampilannya.
Kesadaran Dini akan Perawatan Kulit
Diana mengungkapkan bahwa kesadaran akan pentingnya perawatan tubuh sudah ada sejak ia remaja, yang dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. "Kebetulan aku kan orang Jawa. Jadi kalau orang Jawa itu, pas dia haid pertama, itu sudah langsung minum jamu, terus lebih lagi yang lulur," ujarnya dalam acara "Aesthetic Talk, Live Experience, and Media Session" yang diadakan oleh Sciton di Jakarta.
Kebiasaan merawat kebersihan tubuh dengan bahan tradisional menjadi dasar sebelum ia beralih ke perawatan medis modern yang lebih kompleks. Seiring bertambahnya usia, kebiasaan tersebut berkembang menjadi investasi pada kulit, yang ia sebut sebagai skinvestment. "Ternyata efeknya sampai sekarang. Aku kalau ketemu temen-temen kita tuh seumur, tapi mereka udah tua, udah sagging, udah beda banget," tambahnya. Langkah pencegahan penuaan dini yang dilakukannya terbukti memberikan perbedaan elastisitas kulit yang signifikan.
Pindah dari Tanam Benang ke Teknologi Laser
Perjalanan kecantikan Diana tidak selalu mulus. Ia pernah mencoba metode tanam benang untuk mempertahankan kekenyalan kulitnya. "Setiap pakai, sekitar empat atau lima bulan, (kulit) udah turun lagi. Terus coba lagi, terus bertahun-tahun. Akhirnya kan takut ya, kok dibenang-benang terus ya," ungkapnya. Rasa ragu terhadap prosedur yang berulang dan ketakutannya terhadap operasi plastik membuatnya mencari alternatif lain.
Akhirnya, Diana memilih teknologi laser seperti MOXI dan light therapy BBL (BroadBand Light) yang tidak memerlukan prosedur bedah invasif. BBL bukanlah perangkat laser, melainkan teknologi berbasis gelombang cahaya yang dapat mengatasi berbagai masalah kulit, termasuk pigmentasi dan kemerahan. Sementara itu, MOXI adalah perawatan laser fraksional yang memperbaiki tekstur kulit dan mencerahkan warna kulit yang tidak merata.
Pentingnya Perawatan dengan Downtime Minim
Dengan mobilitas yang tinggi, Diana memiliki standar tinggi dalam memilih perawatan klinis. "Jadi selalu aku mencari laser yang rasa sakitnya tuh sedikit ya," jelasnya. Ia menghindari perawatan yang memerlukan waktu pemulihan lama agar tidak mengganggu aktivitas sehari-harinya. Menurutnya, kulit yang sehat mempermudah aplikasi makeup dan membuatnya lebih tahan lama.
Ia merasakan wajahnya tetap segar dan bercahaya, serta pori-porinya mengecil meskipun tidak menggunakan makeup tebal. Diana juga menekankan bahwa meskipun aktif melakukan perawatan estetika, ia tidak meninggalkan rutinitas perawatan dasar di rumah, seperti peeling, serum, sunscreen, dan krim malam, yang dipadukan dengan gaya hidup sehat.
Bagi Diana, perawatan ini bukan untuk menutupi usianya, tetapi untuk memaksimalkan penampilan terbaik di setiap fase usianya. "Jadi bukan aku takut tua, tapi lebih ke versi terbaik di umurku sekarang," tutupnya.