Teknologi

Profil Madison Huang, Putri Miliarder dengan Kekayaan Rp 3.277 Triliun

Madison Huang, putri tertua CEO Nvidia, Jensen Huang, menarik perhatian publik dengan posisinya sebagai Direktur Senior di perusahaan teknologi terkemuka. Ia baru-baru ini menghadiri konferensi di Bei...

D
Danendra Surya
26 August 2026 59 pembaca
Madison Huang. Foto: Seoul National University
Madison Huang. Foto: Seoul National University

Madison Huang, putri sulung dari Jensen Huang yang merupakan CEO Nvidia dan berusia 63 tahun, sering terlihat di hadapan publik mendampingi ayahnya. Jensen Huang dikenal sebagai salah satu individu terkaya di dunia dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai USD 185 miliar (sekitar Rp 3.277 triliun). Saat ini, Madison berusia 36 tahun dan menjabat sebagai Direktur Senior di Nvidia.

Belum lama ini, Madison menghadiri Konferensi Robot Sedunia 2026 yang berlangsung di Beijing. Sebelumnya, ia juga mengunjungi "Pabrik Data" yang sedang dibangun oleh LG Electronics di Seoul, di mana ia mengadakan pertemuan tertutup dengan para eksekutif LG untuk membahas kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Persiapan Sebagai Penerus

Karena sering tampil di publik, ada spekulasi bahwa Jensen Huang mungkin sedang mempersiapkan Madison sebagai penerusnya di Nvidia. Menurut laporan dari South China Morning Post, Madison merupakan lulusan seni kuliner dari U.S. School of Culinary Arts. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Paris dan mendapatkan lisensi tata boga dari Le Cordon Bleu pada tahun 2013. Antara tahun 2014 hingga 2015, ia menyelesaikan kursus manajemen anggur dan manajemen perhotelan di cabang sekolah yang sama di London.

Setelah itu, Madison bekerja sebagai manajer pemasaran dan pengembangan di LVMH di Paris selama empat tahun. Pada tahun 2019, ia mengambil kursus singkat di bidang AI di MIT Sloan School of Business. Di tahun 2020, ia bergabung dengan Nvidia sebagai pemagang di departemen pemasaran dan dengan cepat dipromosikan hingga saat ini menjadi direktur senior.

Pandangan Tentang Kecerdasan Buatan

Spencer Huang, saudara laki-laki Madison, juga berkarir di Nvidia setelah sebelumnya mengelola bar koktail di Taiwan. Dalam sebuah pernyataan di Seoul National University, Madison menyatakan, "Kecerdasan buatan (AI) adalah pengubah permainan di era ini dan rekan yang akan membantu Anda memikirkan matang-matang apa yang Anda ciptakan." Ia mendorong agar AI diterima dan dimanfaatkan secara aktif dalam pekerjaan.

Madison menambahkan, "Jangan takut, naiklah ke roket AI. Banyak yang takut kehilangan pekerjaan karena AI, tapi tugas-tugas yang akan digantikan oleh AI hanyalah tugas berulang yang kita lakukan sebelumnya, AI tidak dapat menghilangkan profesi itu sendiri." Ia menjelaskan bahwa meskipun AI dapat menggantikan tugas sederhana, tujuan mendasar dari profesi teknik tetap tidak bisa tergantikan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani mengambil risiko dan mencari pengalaman baru. "Sekolah adalah ruang paling aman dalam hidup untuk bereksperimen. Pergilah tinggal di luar negeri, bekerjalah di perusahaan yang membuat Anda merasa kecil, dan temuilah orang-orang dengan pengalaman yang sama sekali berbeda. Pengalaman yang terasa mengintimidasi justru menghasilkan pertumbuhan terbesar," tuturnya.

Artikel Terkait