Jakarta - Mark Zuckerberg, CEO Meta, memiliki visi bahwa miliaran orang di seluruh dunia akan memiliki agen AI pribadi yang akan membantu mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kehadiran agen AI ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian.
Menurut proyeksi dari Meta, perdagangan yang berbasis pada agen AI diperkirakan akan tumbuh hingga mencapai USD 3-5 triliun pada tahun 2030. Pertumbuhan ini kemungkinan besar akan didorong oleh adopsi agen AI oleh berbagai bisnis sebagai pengelola dan layanan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan transaksi.
"Dalam waktu dekat, setiap bisnis akan memiliki agen AI yang mewakili mereka. Dan tidak hanya itu, setiap orang di ruangan ini, dan miliaran orang di luar sana, juga akan memiliki agen AI yang bekerja untuk mereka," ungkap Ravi Garg, Direktur Solusi Perusahaan untuk APAC, Meta, dalam acara WhatsApp Business Summit di Jakarta pada Selasa (11/8/2026).
Transformasi Layanan Pelanggan
Ravi melanjutkan, "Jadi ketika dua agen ini mulai saling terhubung satu sama lain, ini akan mengubah wajah dunia perdagangan. Ini akan mengubah bagaimana layanan kepada pelanggan diberikan." Dalam acara WhatsApp Business Summit 2026, WhatsApp mengumumkan peluncuran agen AI yang dikenal sebagai Meta Business Agent. Fitur ini dirancang untuk mendukung UMKM dan perusahaan besar yang memerlukan admin yang dapat beroperasi selama 24 jam setiap hari.
Agen AI ini dapat dilatih menggunakan data dari riwayat percakapan dan katalog produk, sehingga komunikasinya dapat disesuaikan dengan cara brand berinteraksi dan memberikan rekomendasi produk yang relevan.
Penerimaan Pengguna di Indonesia
Sandhya Devanathan, Wakil Presiden untuk India dan Asia Tenggara di Meta, juga menyoroti bahwa pengguna WhatsApp di Indonesia sudah terbiasa menerima respons dari AI saat berinteraksi dengan bisnis. Ia menyebutkan bahwa 71% pengguna WhatsApp dewasa di Indonesia menghubungi akun bisnis setiap hari, dan 79% dari mereka mengaku mendapatkan jawaban yang bermanfaat dari AI.
"83% mengatakan agen AI memberikan apa yang mereka inginkan dengan lebih cepat. Jawaban yang lebih cepat, penyelesaian yang lebih cepat, kemajuan yang lebih cepat," kata Sandhya. "Ini sebenarnya angka tertinggi yang pernah kita lihat secara global dalam survei yang telah kita lakukan," tambahnya.