DEPOK, KOMPAS.com - Menjadi ibu rumah tangga dan mahasiswa tidak menghalangi seorang perempuan untuk mengembangkan potensi di era digital. Hal ini ditunjukkan oleh Sarirotun Nadziroh, seorang wanita asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang sukses membangun personal branding di media sosial. Sebelum aktif membuat video tentang kecantikan, kesehariannya dipenuhi dengan berbagai tanggung jawab rumah tangga dan mengelola usaha miliknya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan terjun secara serius ke industri kreatif seperti sekarang.
"Awalnya, saya lebih banyak menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga, mahasiswa online, dan juga homecare beauty treatment," ungkap Sarirotun dalam acara OMG Creator Festival 2026 di Kota Depok, Kamis (3/9/2026).
Langkah Awal Menjadi Konten Kreator
Keinginannya untuk belajar hal baru dan tantangan baru mendorong Sari untuk mencoba membuat konten. Meskipun awalnya merasa ragu, ia memutuskan untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan berbicara di depan kamera. Tantangan terbesar yang dihadapi Sari pada awal perjalanan menjadi pembuat konten adalah rasa gugup dan ketidakpastian terhadap penampilannya sendiri. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk membiasakan diri berbicara di depan lensa.
"Struggle-nya itu ke kurang percaya diri awalnya. Tapi setelah sering membuat konten, terus melihat kreator lain juga, itu lama-lama menjadi lebih percaya diri," jelas Sari.
Belajar Mengedit Video
Selain masalah kepercayaan diri, Sari juga harus mempelajari proses teknis baru, yaitu penyuntingan video. Ia mulai menyadari bahwa video yang menarik tidak hanya bergantung pada rekaman visual, tetapi juga harus memiliki alur cerita yang jelas. "Dikasih ilmu, kalau editing itu perlu teks, perlu ada voice over-nya, ada storytelling, itu saya merasa lebih tertarik dan berusaha melakukan itu nanti," tambahnya.
Melalui proses belajar yang berkelanjutan, ia perlahan-lahan memperbaiki struktur dan kualitas video yang dihasilkannya agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.
Menyeimbangkan Rutinitas yang Padat
Menjalani berbagai peran dalam satu waktu membuat Sari harus disiplin dalam mengatur jadwal harian. Ia memiliki rutinitas yang terstruktur agar perannya sebagai ibu dari anak balita, mahasiswa, serta penyedia jasa kecantikan tetap seimbang. "Pagi dan sore, saya sudah harus di rumah untuk mengurus ibu rumah tangga, seperti memasak, mencuci baju, dan mandiin anak. Mulai jam 9 (pagi), itu saya menerima freelance homecare treatment," tuturnya.
Untuk memastikan pekerjaannya maksimal, ia membatasi layanan kecantikannya hanya untuk tiga orang setiap harinya, sehingga waktu yang tersisa dapat digunakan untuk merekam video. Kewajibannya sebagai mahasiswa daring baru dikerjakan pada malam hari setelah anak-anak tidur. "Setelah anak tidur, biasanya jam 9 malam, barulah saya mengerjakan tutorial online kuliah saya. Setelah itu sisanya untuk ngonten lagi," ungkapnya. Menurutnya, pengaturan jadwal ini sangat penting agar tanggung jawab tidak terbengkalai dan pembuatan konten dapat berjalan konsisten setiap hari.
Mendapatkan Hasil dari Usaha yang Konsisten
Konsistensi Sari dalam membagikan video ulasan produk secara rutin akhirnya membuahkan hasil yang positif. Ia mulai memanfaatkan fitur afiliasi di akun media sosialnya untuk merekomendasikan berbagai produk kecantikan yang ia gunakan dan kuasai. Momen saat pengikutnya mulai membeli barang melalui tautan yang ia bagikan menjadi titik balik yang memacu motivasinya. "Saat ada orang yang membeli produk kita di keranjang kuning, itu ngerasa semangat kita untuk membuat konten lebih bertambah lagi," kata Sari.
Saat ini, ia tidak lagi membuat video secara sembarangan, melainkan mulai memperhatikan teknik khusus seperti penggunaan kalimat pembuka yang menarik di awal video agar penonton betah menyaksikan hingga akhir. "Dari kreator yang asal video, asal upload, sekarang udah ada cara-caranya sendiri," imbuhnya. Ia pun berpesan kepada sesama ibu rumah tangga agar tidak ragu untuk terus meningkatkan keahlian dan memanfaatkan peluang yang ada di ekosistem digital demi kehidupan yang lebih baik.