Bagi banyak orang, jurusan kuliah sering kali menjadi cerminan awal mengenai karier yang akan dijalani. Namun, perjalanan karier tidak selalu sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki. Hal ini juga dirasakan oleh Fidya Mileniar, seorang wanita berusia 26 tahun yang merupakan lulusan Manajemen Berita dari Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta. Saat ini, ia bekerja sebagai pegawai di Bank Negara Indonesia (BNI) yang terletak di Banjarnegara, Jawa Tengah, sebuah bidang yang sangat berbeda dari dunia jurnalistik yang pernah ia pelajari.
Ketertarikan Awal di Dunia Jurnalistik
Sejak masih di bangku SMP hingga SMA, Fidya mengaku telah memiliki minat yang besar terhadap dunia jurnalistik. Ia aktif terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik, membuat majalah, serta menulis artikel untuk diterbitkan di media sekolah. Ketertarikan tersebut kemudian membawanya untuk memilih jurusan Manajemen Berita ketika melanjutkan pendidikan tinggi. Fidya membayangkan dapat berkarier sebagai reporter, penyiar berita, atau pembawa acara yang memiliki kesempatan untuk bertemu banyak orang dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. "Menurut aku, waktu itu menjadi orang yang membawa berita terlihat keren. Bisa mengeksplor banyak hal, bertemu banyak orang, dan memberikan informasi yang bermanfaat," ujarnya.
Perubahan Arah Karier
Namun, setelah menyelesaikan kuliah, perjalanan karier Fidya tidak langsung mengarah ke industri media. Saat mencari pekerjaan, ia menemukan bahwa peluang yang lebih besar ada di sektor perbankan. Selain mempertimbangkan prospek kerja, Fidya juga memikirkan kondisi keluarganya. Sebagai anak bungsu, ia ingin tetap dekat dengan orang tuanya yang tinggal di Banjarnegara. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengambil kesempatan yang ada dan memulai karier di dunia perbankan. Sebelum bergabung dengan BNI, Fidya pernah bekerja di salah satu bank BUMN lainnya sebelum melanjutkan kariernya di BNI.
Penerapan Ilmu Jurnalistik di Sektor Perbankan
Meskipun bidang pekerjaannya berbeda dari jurusan kuliah, Fidya menyadari bahwa ilmu yang diperolehnya selama belajar jurnalistik tetap memiliki relevansi. Kemampuan berkomunikasi, menggali informasi, memahami kebutuhan orang lain, dan menyampaikan pesan dengan jelas adalah keterampilan yang terus digunakannya dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam perannya di BNI, ia terlibat dalam pembuatan konten edukasi untuk nasabah, di mana ia berkontribusi dalam menyusun ide, konsep, dan pesan yang ingin disampaikan agar informasi mengenai layanan perbankan lebih mudah dipahami oleh masyarakat. "Buat konten itu sebenarnya ada prosesnya juga. Kita harus memikirkan ide, konsep, sampai bagaimana pesan yang ingin disampaikan bisa diterima nasabah," kata Fidya. Ia menilai bahwa pengalaman belajar jurnalistik mengajarkannya cara mengolah informasi agar lebih efektif dan mudah dipahami, yang sangat berguna ketika membuat konten digital maupun saat berinteraksi langsung dengan nasabah.
Tantangan dan Adaptasi di Dunia Perbankan
Perpindahan ke bidang baru tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Fidya adalah mempelajari keterampilan teknis di dunia perbankan, termasuk ketelitian dalam menghitung uang dan memahami prosedur kerja yang sebelumnya tidak pernah ia pelajari di bangku kuliah. Pada awalnya, ia merasa cemas karena pekerjaan yang dijalaninya tidak sepenuhnya sesuai dengan jurusannya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai menyadari bahwa ilmu yang dipelajari tetap dapat diterapkan dalam konteks yang berbeda. "Awalnya sempat berpikir, apakah aku salah jurusan? Tapi ternyata ilmu yang didapatkan tetap berguna. Hanya penerapannya yang berbeda," tuturnya.
Pentingnya Kemampuan Beradaptasi
Dari pengalamannya, Fidya menekankan bahwa kemampuan beradaptasi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam dunia kerja saat ini. Ia percaya bahwa seseorang tidak harus selalu bekerja sesuai dengan jurusan kuliah selama memiliki kemauan untuk belajar, mencoba hal baru, dan mengembangkan diri. "Banyak hal yang awalnya terasa sulit, tetapi kalau mau belajar dan berlatih, lama-lama kita bisa terbiasa," ujarnya.