Kesehatan

Perbandingan Efektivitas Jalan Menanjak dan Lari untuk Kebugaran Tubuh

Jalan menanjak dan lari sering diperdebatkan sebagai latihan kardio yang saling bersaing. Namun, efektivitas keduanya tergantung pada tujuan kebugaran dan kondisi fisik individu.

M
Maria Gabriella
07 August 2026 77 pembaca
Perbandingan Efektivitas Jalan Menanjak dan Lari untuk Kebugaran Tubuh
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Banyak orang berpendapat bahwa jalan di tanjakan dan lari merupakan dua jenis latihan kardio yang memiliki kelebihan masing-masing. Namun, untuk menentukan mana yang lebih efektif bagi kebugaran tubuh, pelatih kebugaran Gab Reznik, CPT, menyatakan bahwa tidak ada satu jenis latihan yang lebih baik secara mutlak. Pilihan terbaik sangat bergantung pada tujuan kebugaran, kondisi fisik, dan kemampuan masing-masing individu.

“Gerakan apa pun lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali, baik itu berjalan di tanjakan maupun berlari. Keduanya efektif meningkatkan aliran darah, menaikkan detak jantung, dan memperbaiki kapasitas aerobik secara keseluruhan,” jelas Reznik.

Manfaat Berjalan di Tanjakan

Jalan menanjak dan lari memiliki manfaat yang signifikan untuk kesehatan jantung, meskipun dengan intensitas yang berbeda. Jalan di tanjakan tidak hanya berfungsi sebagai latihan kardio, tetapi juga meningkatkan kekuatan otot, terutama pada bagian bokong, paha belakang, paha depan, dan betis. Reznik menambahkan bahwa manfaat ini lebih berfokus pada peningkatan daya tahan otot dibandingkan dengan pembentukan massa otot seperti yang dilakukan dalam latihan angkat beban.

“Berjalan di tanjakan benar-benar dapat membangun kekuatan, hanya saja tidak dengan cara yang sama seperti latihan angkat beban,” ungkap Reznik. Semakin curam kemiringan jalur yang dilalui, semakin besar pula kerja otot yang dibutuhkan. Untuk meningkatkan tantangan, seseorang dapat menggunakan rompi berbobot, yang dapat menambah stimulus kekuatan tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi.

Pemilihan Olahraga Sesuai Tujuan

Reznik juga menyoroti bahwa anggapan bahwa jalan di tanjakan kurang efektif dibandingkan lari adalah kesalahpahaman yang umum. “Berjalan bukan berarti kurang efektif. Itu hanya memberikan jenis rangsangan latihan yang berbeda,” katanya. Ia memberikan contoh bahwa berjalan selama 30 menit dengan kemiringan treadmill 15 persen pada kecepatan sekitar 4,8 kilometer per jam tanpa berpegangan dapat menjadi latihan yang sangat menantang, bahkan bagi pelari berpengalaman.

Bagi pemula, disarankan untuk memulai dengan jogging ringan atau berjalan pada kemiringan 2-3 persen dengan kecepatan yang nyaman. Setelah tubuh beradaptasi, kecepatan atau kemiringan dapat ditingkatkan secara bertahap.

Baik jalan di tanjakan maupun lari memiliki manfaat untuk kesehatan jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, dan melatih otot. Jika memungkinkan, mengombinasikan kedua jenis latihan ini dalam rutinitas olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

Artikel Terkait