Teknologi

Peran Kecerdasan Buatan dalam Bisnis Menurut Indosat

Vishal Gupta dari Indosat menekankan bahwa meskipun kecerdasan buatan (AI) semakin penting dalam dunia kerja, penggunaannya tidak wajib dan harus didasarkan pada tujuan yang jelas.

B
Bayu Triatma
13 October 2026 59 pembaca
Vishal Gupta, Chief TechCo Transformation and Procurement Indosat. Foto: Fyk/detikinet
Vishal Gupta, Chief TechCo Transformation and Procurement Indosat. Foto: Fyk/detikinet

Singapura - Kecerdasan buatan (AI) semakin menunjukkan pengaruhnya dalam dunia bisnis. Vishal Gupta, yang menjabat sebagai Chief TechCo Transformation and Procurement di Indosat, berpendapat bahwa perusahaan dan karyawan yang memanfaatkan AI memiliki potensi untuk unggul dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya, meskipun penggunaan teknologi ini tidak bersifat wajib.

Vishal menegaskan bahwa baik perusahaan maupun pekerja tidak perlu menggunakan AI hanya karena teknologi tersebut sedang berkembang pesat. Penerapan AI seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan yang jelas dan manfaat yang dapat diperoleh. "Tidak ada yang harus menggunakan AI hanya demi menggunakan AI. AI bukanlah alat atau teknologi yang digunakan hanya demi teknologi itu sendiri. AI adalah alat yang memberdayakan Anda untuk melakukan lebih banyak hal dengan sumber daya yang sama," ujarnya saat peluncuran Indosat Intelligence Suite di Singapura, pada Jumat (9/10/2026).

Manfaat AI dalam Meningkatkan Produktivitas

Vishal menjelaskan bahwa AI dapat membantu individu untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang sama. Dengan demikian, produktivitas pekerja dapat meningkat tanpa perlu memperpanjang jam kerja. "Jika saya bekerja, misalnya 10 hingga 12 jam sehari, saya menghasilkan output dalam waktu 10 hingga 12 jam tersebut. Jika saya menggunakan perangkat AI, output yang saya hasilkan dalam 12 jam yang sama akan jauh lebih banyak. Jadi, nilai yang saya ciptakan bagi perusahaan dalam 12 jam yang sama akan jauh lebih besar dibandingkan jika saya bekerja tanpa AI," tuturnya.

Lebih lanjut, AI juga dianggap mampu meningkatkan kualitas hasil kerja. Teknologi ini dapat membantu pekerja dalam melakukan analisis yang lebih mendalam dibandingkan jika mereka hanya mengandalkan kemampuan sendiri. "Tentu saja, kualitas hasilnya juga meningkat. Anda bisa melakukan analisis yang jauh lebih banyak dengan AI dibandingkan tanpa AI. Jadi, AI meningkatkan kualitas dan meningkatkan hasil kerja setiap manusia," tambahnya.

Pentingnya Pemahaman Tujuan Penggunaan AI

Meski demikian, Vishal menekankan bahwa penggunaan AI bukanlah kewajiban bagi semua orang. Yang lebih penting adalah memahami tujuan penggunaan teknologi tersebut dan memastikan bahwa teknologi itu memberikan manfaat yang nyata. Ketika ditanya apakah pekerja harus menggunakan AI, Vishal menjawab tidak. Namun, ia menilai bahwa teknologi ini dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja. "Apakah Anda harus menggunakan AI? Jawabannya tidak. Apakah AI membantu Anda? Jawabannya ya. Namun, tujuan penggunaan AI harus ditentukan, dan hal ini sekarang sudah dipahami dengan jelas," jelasnya.

Vishal juga menyampaikan pandangannya mengenai persaingan di dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh AI. Ia berpendapat bahwa bukan AI yang akan menggantikan manusia, melainkan karyawan yang mampu memanfaatkan teknologi ini yang akan menggantikan mereka yang tidak menggunakan AI. "AI tidak akan menggantikan manusia. Manusia yang menggunakan AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakan AI. Sebab, saya akan menjadi lebih efektif jika menggunakan AI," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan berpotensi mendapatkan keuntungan dari AI jika mulai menerapkannya sesuai dengan kebutuhan bisnis. "Jadi, menurut saya, setiap perusahaan akan mendapatkan manfaat dari AI jika mereka mulai menggunakannya," pungkasnya.

Artikel Terkait