Kesehatan

Pentingnya Memperhatikan Kepadatan Payudara dalam Hasil Mammografi

Hasil mammografi yang menunjukkan kepadatan payudara dapat meningkatkan risiko kanker, sehingga perlu diwaspadai oleh wanita, terutama yang berusia di atas 40 tahun.

D
Daniel Kristianto
30 October 2026 3 pembaca
Ilustrasi pasien kanker payudara pasca-mastektomi. Proses pemulihan membutuhkan perawatan medis, dukungan emosional, dan pendampingan yang berkelanjutan.(Dok. Mayapada Hospital)
Ilustrasi pasien kanker payudara pasca-mastektomi. Proses pemulihan membutuhkan perawatan medis, dukungan emosional, dan pendampingan yang berkelanjutan.(Dok. Mayapada Hospital)

Mendapatkan hasil mammografi yang normal tentu memberikan rasa lega. Namun, jika laporan menyebutkan bahwa seseorang memiliki "payudara padat", kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker karena dapat menyulitkan proses deteksi. Menurut informasi dari Good Housekeeping, kondisi ini umum terjadi dan ditemukan pada sekitar 50% wanita berusia 40 tahun ke atas, sehingga tidak selalu menunjukkan adanya kelainan pada tubuh.

Profesor radiologi di Mayo Clinic, Bhavika Patel, M.D., menegaskan bahwa pemberitahuan mengenai kepadatan payudara tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti. "Pemberitahuan tentang kepadatan seharusnya memulai percakapan, bukan menciptakan kepanikan," ujarnya.

Komposisi Jaringan dan Tantangan Deteksi

Payudara manusia terdiri dari lemak, kelenjar susu, saluran, dan jaringan penyokong. Dalam hasil pencitraan mammografi, lemak akan terlihat gelap, sementara jaringan lainnya muncul dalam warna putih. Semakin banyak jaringan putih yang terlihat, semakin padat kondisi payudara tersebut. Sayangnya, sel kanker payudara juga tampak putih, sehingga sering kali sulit untuk dibedakan dari jaringan padat di sekitarnya. "Kepadatan payudara adalah gambaran tentang bagaimana payudara terlihat pada mammografi. Ini bukan diagnosis atau ukuran seberapa sehat payudara kamu," jelas Janie Grumley, M.D., seorang ahli onkologi bedah payudara dan direktur program payudara komprehensif di Providence Saint John’s, Santa Monica, California.

Tingkatan Kepadatan Payudara

Kepadatan payudara tidak hanya menyembunyikan sel kanker, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kanker itu sendiri. Radiolog membagi tingkat kepadatan menjadi empat kategori saat membaca hasil mammografi. Istilah "payudara padat" merujuk pada dua kategori teratas. Kategori pertama adalah kepadatan heterogen, di mana jaringan padat bercampur dengan lemak, dialami oleh 40% wanita berusia 40 tahun ke atas. Kategori kedua adalah sangat padat, di mana jaringan padat mendominasi, yang dialami oleh 10% wanita dalam kelompok usia tersebut.

Pada tahun 2025, ilmuwan dalam uji coba BRAID meneliti opsi tes tambahan bagi wanita dengan payudara padat jika hasil mammografi 2D normal tidak menunjukkan adanya kanker. Penelitian ini melibatkan 6.305 wanita berusia 50 hingga 70 tahun di Inggris. Hasilnya menunjukkan bahwa mamografi dengan peningkatan kontras berhasil mendeteksi sekitar 19 kanker per 1.000 pemindaian, sementara MRI payudara versi singkat menemukan sekitar 17 kasus, dan USG otomatis mendeteksi sekitar empat kasus. Fiona Gilbert, M.D., profesor radiologi di University of Cambridge dan peneliti utama BRAID, menjelaskan bahwa kanker yang terdeteksi melalui mamografi kontras dan MRI rata-rata berukuran lebih kecil dibandingkan hasil dari USG, yang memberikan peluang lebih baik untuk pengobatan awal.

Rekomendasi Tes Lanjutan

Rekomendasi mengenai tes tambahan dari dokter bisa bervariasi. Karla Kerlikowske, M.D., profesor kedokteran dan epidemiologi/biostatistik di University of California, San Francisco, tidak menjadikan kepadatan payudara sebagai satu-satunya alasan untuk melakukan tes tambahan. Ia menggunakan kalkulator risiko BCSC dan hanya menyarankan skrining lanjutan bagi wanita yang berisiko tinggi terkena kanker stadium lanjut. Sebaliknya, Wendie Berg, M.D., Ph.D., peneliti pencitraan payudara di UPMC dan University of Pittsburgh, lebih menekankan pada faktor kepadatan dengan merekomendasikan skrining tambahan untuk semua wanita dengan payudara sangat padat.

Jika disarankan untuk melakukan tes tambahan, Janice Sung, M.D., profesor radiologi dan wakil kepala pencitraan payudara di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons, menyarankan untuk memeriksa kebijakan asuransi dan biaya yang terkait. Richard Reitherman, M.D., Ph.D., direktur medis pencitraan payudara di MemorialCare Breast Center, mencatat bahwa mamografi 3D dapat secara signifikan meningkatkan deteksi kanker.

Konsultasi dan Penilaian Risiko

Jika hasil mammografi normal dan tidak ada gejala baru, pemberitahuan mengenai payudara padat bukanlah kondisi darurat medis. Grumley menyebut informasi ini sebagai alasan untuk segera menghubungi tenaga kesehatan yang menangani skrining. "Apa risiko kanker payudara pribadi saya, dan apakah itu mengubah cara saya seharusnya diskrining?" adalah pertanyaan yang disarankan untuk ditanyakan kepada dokter. Dokter kemudian akan meninjau laporan mammografi bersama dengan usia, riwayat biopsi, tes genetik, dan riwayat kanker dalam keluarga. Risiko ini bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu, misalnya, tingkat kepadatan seringkali menurun setelah fase menopause atau dipengaruhi oleh terapi hormon.

Apapun keputusan yang diambil, penting untuk tetap mematuhi jadwal mammografi rutin. Jika muncul keluhan baru seperti benjolan atau perubahan pada puting, segera konsultasikan kepada dokter tanpa menunggu jadwal skrining berikutnya.

Artikel Terkait