Lifestyle

Pentingnya Memelihara Hubungan Sosial untuk Kesehatan dan Umur Panjang

Menjaga pola makan dan berolahraga saja tidak cukup; hubungan sosial yang baik juga berperan penting dalam kesehatan dan umur panjang seseorang.

A
Aisyah Nur Hidayah
20 August 2026 60 pembaca
Pentingnya Memelihara Hubungan Sosial untuk Kesehatan dan Umur Panjang
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kesehatan yang optimal sering kali dikaitkan dengan pola makan yang seimbang, olahraga teratur, dan tidur yang cukup. Namun, aspek lain yang tak kalah penting adalah hubungan sosial dengan orang-orang di sekitar kita. Hubungan yang sehat dengan pasangan, keluarga, dan teman memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kesehatan dan harapan hidup.

Kekuatan Hubungan Sosial

Sebuah tinjauan meta-analisis yang dipublikasikan dalam Woman's Health mengungkapkan bahwa individu yang memiliki hubungan sosial yang kuat memiliki kemungkinan bertahan hidup 50 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial yang lemah. Shad Marvasti, seorang dokter dan penulis buku "Longevity Made Simple," menyatakan bahwa hubungan sosial dapat memengaruhi kesehatan hingga tingkat biologis. "Orang-orang berpikir tekanan darah dan kadar kolesterol adalah hal yang benar-benar mengukur kesehatan mereka, dan mereka mengabaikan fakta bahwa hubungan dalam hidup juga membentuk kesehatan," jelas Marvasti.

Hubungan Sosial dan Risiko Kematian

Penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan adanya hubungan erat antara kualitas hubungan sosial dan risiko kematian. Isolasi sosial, kesepian, dan hidup sendirian ditemukan sebagai faktor yang meningkatkan risiko kematian, terutama pada orang lanjut usia. Erika Schwartz, seorang dokter dan pembawa acara podcast "Redefining Medicine," menekankan bahwa hubungan sosial adalah salah satu dari banyak faktor yang mendukung kehidupan yang panjang dan sehat. "Hubungan sosial hanyalah salah satu bagian dari teka-teki yang membuat hidup panjang dan sukses," ungkap Schwartz.

Memiliki hubungan sosial yang kuat tidak selalu berarti memiliki banyak teman. Koneksi yang bermakna dapat berasal dari pasangan, sahabat, anggota keluarga, atau bahkan orang-orang yang kita temui sehari-hari. "Semakin terhubung seseorang, baik sebagai bagian dari pasangan maupun dengan seorang teman, semakin rendah risiko kematiannya," tambah Schwartz.

Manfaat Lebih dari Sekadar Kebahagiaan

Hubungan sosial yang positif memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar perasaan ditemani. Penelitian yang menggunakan data dari "Midlife in the United States" menunjukkan bahwa orang dengan hubungan positif mengalami lebih sedikit keterbatasan fungsi dan memiliki umur yang lebih panjang. Schwartz mencatat bahwa orang yang memiliki hubungan positif juga mengalami lebih sedikit peradangan serta lebih jarang mengalami serangan jantung, stroke, dan kanker. Penelitian lain menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas hubungan sosial dan proses penuaan sel, di mana panjang telomer—bagian DNA yang melindungi ujung kromosom—lebih panjang pada orang yang memiliki koneksi sosial yang kuat.

Namun, penting untuk diingat bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada kuantitas. "Anda tidak ingin sekadar berada dalam suatu hubungan hanya demi memiliki hubungan. Hubungan yang toksik dapat berdampak negatif pada kesehatan, sama seperti hubungan yang sehat dapat memberikan dampak positif," kata Marvasti.

Merawat Hubungan Sosial

Merawat hubungan tidak selalu memerlukan aktivitas besar. Erin Engle, seorang psikolog dari NewYork-Presbyterian/Columbia University Irving Medical Center, menyatakan bahwa setiap interaksi, termasuk percakapan singkat dengan rekan kerja atau orang yang ditemui sehari-hari, dapat berkontribusi terhadap koneksi sosial. Bagi mereka yang memiliki waktu terbatas, Engle menyarankan untuk memprioritaskan hubungan yang benar-benar dekat. Memiliki seorang teman dekat atau orang yang dipercaya dapat memberikan kontribusi besar terhadap manfaat kesehatan dari hubungan sosial.

Pertemuan secara langsung dianggap paling bermanfaat, meskipun percakapan melalui video juga dapat membantu menjaga koneksi. Selain itu, memperkuat hubungan dapat dilakukan dengan lebih terbuka dan membangun kepercayaan. "Kerentanan dan kepercayaan adalah bagian penting dalam membangun hubungan yang autentik dan bermakna," tambah Marvasti.

Membangun koneksi baru juga bisa dilakukan melalui kegiatan yang disukai, seperti bergabung dalam komunitas olahraga, kelompok berjalan kaki, atau klub buku. Aktivitas bersama memungkinkan seseorang bertemu dengan orang lain sambil melakukan kegiatan yang bermakna. Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya tentang apa yang kita konsumsi atau seberapa sering kita berolahraga. Meluangkan waktu untuk berbincang, bertemu teman, serta menjaga hubungan yang positif dan membangun koneksi yang bermakna juga merupakan bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan dan umur panjang.

Artikel Terkait