Kesehatan

Pentingnya Hidrasi Saat Berolahraga: Jangan Tunggu Rasa Haus

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berolahraga harus diimbangi dengan pemahaman yang baik tentang kebutuhan cairan tubuh. Dokter Spesialis Gizi Klinik mengingatkan agar tidak menunggu rasa haus u...

D
Danendra Surya
27 June 2026 46 pembaca
Pentingnya Hidrasi Saat Berolahraga: Jangan Tunggu Rasa Haus
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berolahraga semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas seperti berjalan, berlari, bersepeda, hingga berlatih di gym kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Namun, satu aspek penting yang sering diabaikan adalah pemenuhan kebutuhan cairan tubuh.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah, Sp.GK, menegaskan bahwa masih banyak orang yang belum memahami cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan cairan harian mereka. Banyak yang baru minum setelah merasakan haus, padahal hal itu menunjukkan bahwa tubuh telah mengalami dehidrasi. Meskipun tren olahraga semakin meningkat, kesadaran akan pentingnya hidrasi belum tentu mengikuti.

Kesadaran Olahraga yang Meningkat

Menurut dr. Cut, perkembangan tren olahraga adalah hal yang positif karena menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan. Fenomena ini tidak hanya terlihat pada mereka yang telah lama berolahraga, tetapi juga pada individu yang baru memulai gaya hidup sehat. “Olahraga sekarang menjadi tren di berbagai kalangan, baik yang semakin suka olahraga maupun yang baru mulai. Tidak masalah, ini bagus untuk kesehatan dan membangun kesadaran,” ujarnya dalam acara Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA di Jakarta Selatan.

Namun, peningkatan aktivitas fisik tidak selalu diiringi dengan pemahaman yang baik mengenai kebutuhan cairan. Banyak orang masih beranggapan bahwa minum hanya diperlukan saat merasa haus. “Namun, terkadang kedua kelompok ini sama-sama tidak tahu menghitung kebutuhan cairan setiap hari. Mereka biasanya menunggu dulu sampai ada sinyal haus, baru minum,” jelasnya. Kebiasaan ini dapat menyebabkan kekurangan cairan tanpa disadari, terutama saat berolahraga, di mana tubuh kehilangan cairan lebih banyak melalui keringat.

Rasa Haus dan Kebutuhan Cairan

Dr. Cut juga menjelaskan bahwa rasa haus bukanlah sinyal awal tubuh membutuhkan cairan. Justru, rasa haus menunjukkan bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi pada tingkat tertentu. “Padahal, sebenarnya jangan menunggu sinyal haus untuk minum. Sinyal haus itu tanda tubuh sudah dehidrasi sedang. Metabolisme tubuh, saluran cerna, hingga kulit itu butuh hidrasi,” tambahnya.

Oleh karena itu, menjaga kecukupan cairan harus dilakukan secara rutin sepanjang hari, bukan hanya saat tubuh memberikan sinyal haus. Air memiliki peran penting dalam berbagai proses dalam tubuh, termasuk membantu sistem metabolisme dan menjaga fungsi organ agar tetap optimal. Hidrasi juga berhubungan erat dengan kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi fisik selama beraktivitas. Ketika asupan cairan berkurang, tubuh dapat lebih cepat merasa lelah dan kesulitan mempertahankan performa saat berolahraga.

Lebih lanjut, dr. Cut menyatakan bahwa manfaat hidrasi tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh pada fungsi otak. Kecukupan cairan membantu menjaga konsentrasi dan kemampuan berpikir agar tetap optimal sepanjang hari. “Kecukupan cairan dalam tubuh juga sangat dibutuhkan untuk menunjang otak untuk berpikir dan lebih fokus. Terlebih saat olahraga, cairan yang dibutuhkan jauh lebih banyak dan sering,” imbuhnya.

Untuk memenuhi kebutuhan cairan harian, dr. Cut menyarankan agar masyarakat membiasakan diri untuk minum secara berkala. Cara ini dianggap lebih efektif dibandingkan menunggu tubuh memberikan sinyal haus. “Dianjurkan untuk minum setiap 2 jam sekali, paling tidak 350 ml. Jadi dalam waktu 4 jam sudah minum sekitar 700 ml. Sebab, kebutuhan cairan dalam sehari itu kurang lebih 2 liter,” imbaunya.

Dengan memenuhi kebutuhan cairan secara teratur, tubuh dapat berfungsi dengan lebih optimal. Kebiasaan sederhana ini juga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat, terutama bagi mereka yang rutin berolahraga dan memiliki aktivitas padat setiap hari.

Artikel Terkait