Olahraga golf kini semakin menarik perhatian berbagai kalangan, tidak hanya terbatas pada pria dewasa. Perempuan dan pemain muda juga mulai menjadi fokus perhatian seiring dengan meningkatnya minat terhadap olahraga ini. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pemain golf perempuan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Golf House Indonesia melaporkan bahwa proporsi golfer perempuan mengalami kenaikan yang cukup besar.
Menurut Ashok Kumar, Assistant President Merchandising Golf House Indonesia, perubahan ini mulai terlihat setelah pandemi Covid-19. “Sebelum Covid itu jumlah golfer ladies kita sedikit sekali, sekitar 5-7 persen. Lalu waktu Covid banyak ladies-ladies baru, golfer-golfer baru yang masuk karena waktu zaman Covid itu golf adalah salah satu olahraga yang paling aman,” ujarnya saat ditemui di Golf House, Lotte Shopping Avenue, Jakarta.
Kemampuan Golfer Perempuan yang Bertahan
Beberapa golfer wanita yang mulai bermain saat pandemi masih aktif hingga kini, yang berkontribusi pada peningkatan proporsi pemain perempuan. “Setelah Covid itu golfer ini masih banyak yang bertahan di industri ini. Dan hari ini kami merasa sekitar 25-30 persen itu golfer adalah ladies,” tambah Ashok.
Perubahan Kebutuhan Produk untuk Golfer Perempuan
Dengan meningkatnya jumlah pemain perempuan, Golf House mulai menyesuaikan jenis produk yang mereka tawarkan. Perusahaan ini memperbanyak pilihan perlengkapan dan pakaian yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pemain golf wanita. Martina Harianda Mutis, Senior General Manager Brand Marketing & Consumer Engagement Golf House Indonesia, menjelaskan bahwa kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlengkapan bermain, tetapi juga penampilan. “Yang pasti sih produk, kita juga banyak ladies club, head boots-nya juga ada. Kedua fashion, cewek kan pengen tampilnya lebih cantik, tetap stylish,” ungkap Martina.
Martina juga menyebutkan bahwa merek-merek lifestyle dan olahraga yang tersedia di Golf House, seperti Lacoste, Calvin Klein, Adidas, dan Puma, juga memiliki koleksi untuk perempuan. “Jadi dari segalanya kita equipped. Dari segi hard goods dan juga soft goods. Terus sekarang kita fokus banget untuk persiapin produk untuk perempuan karena itu jelas fokus kita juga,” jelasnya.
Menurut Ashok, kebutuhan golfer perempuan berbeda dengan golfer laki-laki, mulai dari tongkat golf hingga pakaian dan aksesori. “Dari stik-nya aja itu beda. Ladies itu lebih pendek, lebih ringan, kalau yang cowok lebih besar, panjang,” ungkapnya. Perbedaan juga terlihat pada perlengkapan pendukung seperti sarung tangan, di mana golfer perempuan cenderung memiliki kebutuhan yang lebih beragam dalam hal aksesori dan penampilan. “Kalau pakaiannya pasti beda, sarung tangannya juga beda. Kalau ladies biasanya mau sarung tangan sepasang kiri-kanan, kalau men hanya cukup kiri,” tambah Ashok.
Pentingnya Pengembangan Golfer Muda
Selain perempuan, Golf House juga menilai pentingnya pengembangan pemain golf muda. Meskipun jumlah pemain junior saat ini masih sedikit, mereka dianggap sebagai calon golfer yang dapat menjaga keberlangsungan olahraga golf di masa depan. Ashok menyatakan bahwa Golf House mendukung berbagai program dan turnamen golf junior, termasuk turnamen yang diadakan di kawasan BSD. “Kami juga sebetulnya mendukung program-program junior. Seperti kemarin kita sponsorin World Junior yang di BSD. Jadi kalau ada turnamen-turnamen junior kami biasanya mendukung,” katanya.
Memperkenalkan golf kepada anak-anak sejak usia dini dapat memberikan mereka kesempatan lebih untuk menekuni olahraga ini. Ashok berpendapat bahwa golf adalah olahraga yang memungkinkan seseorang untuk terus bermain hingga usia lanjut. “Karena junior itulah cikal bakal kami untuk tumbuh nantinya. Kalau dia dari muda sudah golf, itu biasanya setahu saya sampai umur 70 dia masih main golf,” ujarnya.
Oleh karena itu, Ashok menekankan pentingnya pengembangan golfer junior. Namun, dengan jumlah pemain junior yang masih terbatas, pilihan perlengkapan khusus anak juga belum sebanyak kategori dewasa. “Kalau buat club, buat aksesori, kalau junior produknya juga masih belum kelihatan banyak. Belum banyak karena junior kita juga sedikit sekali,” katanya.
Menurut Ashok, jika jumlah pemain golf muda meningkat, hal ini akan mendorong pertumbuhan kategori produk untuk anak. Dengan semakin banyaknya golfer junior, kebutuhan terhadap perlengkapan khusus mereka juga akan semakin besar.