Jakarta - Dalam era transformasi digital yang semakin pesat, perusahaan di berbagai sektor dituntut untuk beroperasi dengan lebih cepat, konsisten, dan efisien. Untuk menghadapi kompleksitas beban kerja yang berulang, teknologi kecerdasan buatan kini semakin menjadi pilihan utama dalam meningkatkan efektivitas operasional.
Menanggapi kebutuhan tersebut, PT Neo Karya Internasional mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama dengan AI Rudder. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penerapan teknologi AI Voice Agent dalam ekosistem layanan digital yang disediakan untuk klien.
Optimalisasi Pengelolaan Panggilan
Tujuan utama dari penerapan teknologi AI Voice Agent adalah untuk membantu perusahaan dalam mengelola percakapan berbasis suara dengan volume tinggi melalui sistem otomatisasi. Meskipun dijalankan oleh mesin, interaksi dalam panggilan dirancang agar tetap memiliki gaya bahasa yang luwes dan alami.
Sistem kecerdasan buatan ini juga terintegrasi dengan baik ke dalam infrastruktur database yang sudah ada di perusahaan klien. Dengan menangani berbagai interaksi komunikasi yang bersifat repetitif, diharapkan alur operasional menjadi lebih efisien, sehingga perusahaan dapat lebih fokus mengalokasikan sumber daya manusianya untuk tugas-tugas yang lebih strategis.
Komitmen untuk Solusi Teknologi yang Relevan
Direktur PT Neo Karya Internasional, Kurnia Elly Pristyadi, menjelaskan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan solusi teknologi yang sesuai dengan dinamika bisnis saat ini. "Melalui kolaborasi dengan AI Rudder, kami memperkuat portofolio solusi kami dengan AI Voice Agent untuk membantu pelanggan meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik," ungkap Kurnia.
Kerja sama antara Neo Karya Internasional dan AI Rudder juga menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pengembangan solusi digital untuk dunia usaha semakin meluas. Country Manager AI Rudder Indonesia, Michael Ignetius Kauw, menyatakan antusiasmenya dalam mendukung langkah ekspansi Neo Karya dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan di sektor enterprise. "Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu Neo Karya menghadirkan solusi digital yang semakin relevan dengan kebutuhan berbagai industri, sekaligus membuka peluang pemanfaatan AI yang lebih luas di masa mendatang," jelas Michael.
Kedua perusahaan ini berencana untuk terus menjelajahi berbagai potensi teknologi baru guna mendorong produktivitas dan mendukung pertumbuhan bisnis klien yang berkelanjutan.