Teknologi

Peluang Emas bagi Pengusaha di Era Teknologi AI

Jensen Huang, pendiri Nvidia, mengungkapkan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai bisnis, terutama di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Ia mendorong para calon pengusaha untuk t...

T
Theresia Agatha Lestari
08 August 2026 52 pembaca
Pesan Manusia Rp 3.386 T ke Calon Pengusaha: Setop Overthinking Foto: Global Times
Pesan Manusia Rp 3.386 T ke Calon Pengusaha: Setop Overthinking Foto: Global Times

Jakarta - Pada tahun 1993, Jensen Huang, bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem, merintis visi untuk perusahaan chip di sebuah restoran Denny's. Lebih dari tiga dekade kemudian, Nvidia telah berkembang menjadi salah satu perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar USD 4,7 triliun, berkat permintaan yang melonjak terhadap chip AI yang mereka produksi. Huang kini percaya bahwa teknologi yang dikembangkan oleh Nvidia memberikan peluang yang jauh lebih besar bagi generasi pengusaha selanjutnya.

Dalam acara Startup School 2026, Huang menyatakan, "Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mendirikan sebuah perusahaan." Ia mengungkapkan rasa iri terhadap kesempatan yang dimiliki oleh para pendiri muda saat ini. Meskipun perubahan teknologi yang cepat dapat terasa menakutkan, Huang menekankan bahwa overthinking sering kali menjadi penghalang terbesar bagi pengusaha.

Hadapi Tantangan dengan Berani

Huang mendorong para pengusaha untuk menghadapi setiap tantangan dengan pertanyaan sederhana, "Seberapa sulitnya sih?" Ia menegaskan, "Biarkan kesulitan itu datang kepada Anda sedikit demi sedikit." Huang, yang memiliki kekayaan sekitar USD 189 miliar atau sekitar Rp 3.386 triliun, menambahkan, "Jangan membayangkan betapa sulitnya hal itu lalu membiarkan semuanya berubah menjadi kecemasan hingga Anda tidak melakukan apa-apa. Anda harus membayangkan di dalam kepala Anda, seberapa sulitnya sih?"

Nasihat Huang berakar pada pengalamannya sendiri, di mana ia mengakui bahwa kesuksesan tidak datang tanpa kerja keras. Ia pernah mengungkapkan bahwa ia masih bekerja tujuh hari dalam seminggu, selalu diliputi rasa takut akan kebangkrutan perusahaannya. "Anda tahu ungkapan '30 hari menuju kebangkrutan', itu sudah saya gunakan selama 33 tahun. Namun rasanya tidak pernah berubah. Rasa kerentanan, rasa ketidakpastian, rasa ketidakamanan, itu tidak pernah hilang dari Anda," ungkap Huang dalam salah satu episode The Joe Rogan Experience tahun lalu.

Kesempatan di Tengah Ketidakpastian

Bagi calon pengusaha, saat ini mungkin terasa tidak ideal untuk mengikuti saran Huang. Pertumbuhan ekonomi yang lesu, ketegangan di Timur Tengah, serta dampak AI yang merombak berbagai industri, menjadi tantangan tersendiri. Namun, Kevin O'Leary, seorang investor di Shark Tank, berpendapat bahwa ketidakpastian seharusnya tidak membuat calon pendiri bisnis berdiam diri. "Faktanya, waktu terbaik untuk memulai bisnis, yang dibuktikan oleh statistik, adalah saat situasi kacau. Tiap kali ekonomi AS mengalami koreksi, itu saat yang luar biasa untuk menjadi pengusaha dan memulai sesuatu. Setelah itu, Anda hanya perlu memikirkan cara beradaptasi dan pivot melaluinya," jelas O'Leary.

Sebuah rekor baru tercipta di AS, dengan 3,23 juta pengajuan izin usaha baru yang terdaftar pada paruh pertama tahun 2026, mencatatkan kenaikan 12,1% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut laporan Inc.

Artikel Terkait