Sejak kecil, Paris Hilton mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah dan sering dianggap malas. Setelah mendapatkan diagnosis Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) saat dewasa, banyak hal yang menjadi jelas baginya. "Waktu sekolah itu benar-benar sulit, terutama karena sekeras apa pun saya berusaha atau belajar, sekolah selalu terasa berat buat saya. Hanya soal bisa fokus saja, susah," ujarnya.
Paris merasa bahwa selama ini ia seolah dihukum di sekolah hanya karena cara kerja otaknya berbeda. "Orang-orang cuma menganggap saya tidak berusaha keras atau malas, padahal saya kesulitan mengejar teman-teman sekelas," tambahnya.
Diagnosis yang Membawa Lega
Diagnosis ADHD yang diterimanya di usia dewasa justru memberikan rasa lega bagi Paris. "Itu benar-benar melegakan. Saya dulu merasa tidak ada yang memahami perasaan saya. Setelah tahu (mengidap ADHD) membuat saya merasa jauh lebih tidak sendirian, dan banyak hal jadi masuk akal," ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa banyak aspek dalam hidupnya, termasuk masa tumbuh dewasa dan cara menjalani hidup, menjadi lebih jelas setelah diagnosis tersebut.
Pengobatan yang Mengubah Rutinitas Pagi
Paris mengungkapkan bahwa bagian tersulit dalam kehidupannya adalah pagi hari. Namun, segalanya berubah setelah ia mulai mengonsumsi JORNAY PM, obat stimulan yang bekerja selama 10 jam setelah diminum. "Begitu saya bangun pagi, saya sudah siap memulai hari, dan benar-benar bisa menata semuanya dan jadi lebih terorganisir," jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa pengobatan ini sangat membantunya dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu dan pebisnis. "Menjadi ibu dan pebisnis sekaligus jelas berat, tapi sekarang saya merasa sudah bisa menerapkan sistem dan alat bantu ini sehingga saya bisa benar-benar hadir sepenuhnya," ujarnya.
Paris merasa bahwa ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya gejala ADHD-nya tertangani dengan baik. Pengobatan sebelumnya tidak memberikan hasil yang memuaskan, tetapi JORNAY PM membawa perubahan besar dalam hidupnya dan membuatnya merasa lebih bahagia.
Pandangan Ahli tentang Pengobatan ADHD
Justin A. Barterian, PhD, seorang psikolog di Ohio State University–Wexner Medical Center, menjelaskan bahwa obat stimulan terbukti efektif dalam menangani ADHD, meningkatkan fokus, serta mengurangi hiperaktivitas dan impulsivitas. "Orang-orang sering kali menunjukkan performa yang jauh lebih baik di sekolah atau tempat kerja ketika gejala ADHD mereka tertangani dengan baik lewat obat stimulan," katanya.
Barterian juga menambahkan bahwa teknologi obat stimulan telah berkembang, memungkinkan pelepasan obat secara bertahap sepanjang hari, sehingga pengelolaan gejala menjadi lebih konsisten. Namun, ia menegaskan bahwa obat stimulan bukan satu-satunya solusi. Terapi perilaku kognitif dan pelatihan keterampilan fungsi eksekutif juga dapat memberikan perbaikan yang signifikan.
Melawan Stigma dengan Cerita Pribadi
Paris merasa bangga dapat berbicara tentang ADHD. "ADHD memang datang bersama tantangan stigma dan keraguan diri," ujarnya. Ia ingin menekankan bahwa ADHD adalah sumber kreativitas yang memengaruhi cara berpikir dan berinovasi dalam bisnis serta hidupnya secara umum.
Ia berharap orang-orang dengan ADHD yang merasa tidak dipahami dapat merasakan dukungan. "Saya benar-benar ingin orang-orang merangkul itu, alih-alih merasa ada yang salah dengan diri mereka," tambahnya.
Barterian juga menyoroti bahwa salah satu kesalahpahaman umum tentang ADHD adalah anggapan bahwa penyandangnya malas. "Ini adalah gangguan yang memengaruhi motivasi dan menyebabkan hambatan yang signifikan," jelasnya.
Paris mengaku tidak memiliki sosok yang bisa dijadikan contoh untuk membicarakan ADHD secara terbuka saat kecil. "Jadi, bisa menjadi sosok itu untuk orang lain membuat saya merasa sangat baik di dalam hati," ujarnya.
Pesan untuk Mereka yang Berjuang dengan ADHD
Untuk mereka yang masih berjuang dengan gejala ADHD, Paris memiliki pesan sederhana. "Tidak ada yang salah dengan dirimu, (itu) cuma cara otakmu bekerja. (Jangan) terlalu keras pada diri sendiri dan terhubunglah dengan orang lain di komunitas ADHD," pesannya.
Ia berharap keterbukaannya dapat menginspirasi orang lain untuk merangkul keunikan mereka dan melihat bahwa hal tersebut adalah sumber kreativitas yang berharga. "Saya berharap dengan saya membicarakan ini, itu bisa menginspirasi orang lain untuk merangkul kilau batin mereka," tutupnya.