Teknologi

Microsoft Lakukan Pemangkasan Karyawan, Divisi Xbox Terkena Dampak Terbesar

Microsoft mengumumkan pemecatan sekitar 4.800 karyawan, yang mencakup 2,1% dari total tenaga kerjanya, dengan divisi Xbox menjadi salah satu yang paling terdampak. Keputusan ini diambil sebagai respon...

M
Muhammad Rizki Ramadhan
07 July 2026 72 pembaca
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Paling Terdampak Foto: Getty Images/Craig T Fruchtman
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Paling Terdampak Foto: Getty Images/Craig T Fruchtman

Microsoft telah memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawannya sebanyak 4.800 orang, yang setara dengan 2,1% dari total tenaga kerja perusahaan. Mayoritas dari mereka yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) ini berasal dari divisi penjualan komersial dan divisi Xbox. Dalam sebuah memo internal, Chief People Officer Microsoft, Amy Coleman, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap perubahan yang terjadi di industri teknologi dan bagaimana kecerdasan buatan memengaruhi perusahaan seperti Microsoft.

“Saya juga ingin menegaskan bahwa pekerjaan yang dihilangkan hari ini tidak digantikan oleh AI,” ungkap Coleman dalam memonya. Ia menambahkan bahwa meskipun AI mengubah cara pekerjaan dilakukan, beberapa tugas yang biasa dilakukan kini dapat diotomatisasi, sehingga semua orang perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada.

Pemangkasan Karyawan di Divisi Xbox

Dalam rangka pemangkasan ini, sebanyak 1.600 karyawan telah diberhentikan pada hari Senin lalu. CEO Xbox, Asha Sharma, mengumumkan bahwa divisi Xbox akan memangkas 3.200 karyawan hingga tahun fiskal 2027, yang berarti sekitar 20% dari total karyawan Xbox akan terpengaruh oleh PHK ini. Sharma menyebutkan bahwa ini adalah restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah Xbox.

“Bisnis kita saat ini tidak sehat. Kita beroperasi dengan margin yang 3-10 kali lebih rendah dibandingkan bisnis platform dan penerbitan game yang setara,” tulis Sharma dalam email yang dikirimkan kepada karyawan. Ia juga menjelaskan bahwa Xbox telah melakukan berbagai langkah, seperti meluncurkan layanan berlangganan bulanan Xbox Pass dan mengembangkan portofolio konten, namun strategi ini belum memberikan hasil yang diharapkan.

Restrukturisasi dan Penjualan Studio

Sebagai bagian dari restrukturisasi ini, Microsoft berencana untuk menjual empat studio Xbox. Compulsion Games dan Double Fine Productions akan kembali menjadi studio independen, sementara Ninja Theory dan Undead Labs akan berada di bawah kepemilikan baru dengan pendanaan untuk menyelesaikan dan mengembangkan beberapa game populer mereka.

Pengumuman pemangkasan karyawan oleh Microsoft ini menambah daftar panjang PHK yang terjadi di industri teknologi. Selama paruh pertama tahun 2026, hampir 154.000 orang telah kehilangan pekerjaan setelah perusahaan-perusahaan besar seperti Meta, Amazon, dan Oracle melakukan pemangkasan besar-besaran. Pada bulan April lalu, Microsoft juga menawarkan program pengunduran diri sukarela dengan tujuan untuk membangun tim berkinerja tinggi, di mana sekitar 5.500 karyawan dilaporkan menerima tawaran tersebut. Sebelumnya, tahun lalu, Microsoft juga memberhentikan sekitar 15.000 karyawan dalam dua putaran PHK.

Artikel Terkait