Teknologi

Meta Terus Investasi Besar di AI, Namun Sahamnya Merosot

Saham Meta mengalami penurunan signifikan setelah investor meragukan komitmen perusahaan dalam proyek kecerdasan buatan di tengah penurunan laba. Kekhawatiran ini mengingatkan pada kegagalan proyek Me...

A
Aisyah Nur Hidayah
03 August 2026 67 pembaca
Kantor Meta. Foto: REUTERS/PETER DASILVA
Kantor Meta. Foto: REUTERS/PETER DASILVA

Jakarta - Saham Meta, perusahaan induk Instagram dan Facebook, mengalami penurunan hingga 11% setelah laporan keuangan untuk kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 28% dibandingkan tahun lalu, mencapai USD 61 miliar, namun laba mereka justru turun 14% menjadi USD 6 miliar. Kekhawatiran investor muncul terkait rencana perusahaan yang akan terus mengeluarkan dana besar untuk proyek kecerdasan buatan (AI), yang mengingatkan pada nasib proyek Metaverse yang tidak berhasil.

Meta mengumumkan bahwa mereka akan mengalokasikan sekitar USD 130 miliar hingga USD 145 miliar tahun ini, dengan sebagian besar dana tersebut ditujukan untuk pengembangan AI, meningkat dari USD 125 miliar yang direncanakan hanya tiga bulan sebelumnya. Susan Li, CFO Meta, menjelaskan bahwa penjualan teknologi mereka kepada perusahaan lain diharapkan dapat membantu memulihkan modal dari investasi di bidang AI, meskipun hingga saat ini, lini bisnis tersebut belum terwujud.

Arus Kas dan Tantangan yang Dihadapi

Arus kas bebas Meta pada kuartal ini tercatat sebesar USD 784 juta, yang merupakan angka terendah dalam lima tahun terakhir. "Uang kas yang dihasilkan kuartal ini hampir seluruhnya tersedot oleh belanja infrastruktur AI. Investor kini harus memutuskan apakah daftar inisiatif AI Meta yang terus bertambah ini merupakan bentuk diversifikasi perusahaan atau justru sebuah pengalihan fokus," ungkap Mike Proulx, seorang analis dari Forrester.

Proulx juga mencatat adanya kesamaan dengan kesalahan yang dilakukan Meta pada proyek Metaverse, di mana perusahaan tersebut menghabiskan banyak uang sebelum ada permintaan produk yang nyata. "Ada sedikit kemiripan dengan kesalahan langkah Meta di metaverse, di mana Meta kembali menghabiskan banyak uang sebelum adanya permintaan produk yang terbukti nyata," tambahnya.

Optimisme Zuckerberg terhadap AI

Mark Zuckerberg, CEO Meta, menyatakan keyakinannya bahwa investasi besar di bidang AI akan memberikan hasil yang memuaskan di masa depan. "Saya paham bahwa ini adalah taruhan besar di seluruh industri. Keyakinan pribadi saya adalah orang-orang yang berinvestasi di bidang ini akan merasa sangat puas dan mendapatkan imbal hasil yang sepadan seiring berjalannya waktu," ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kemampuan dan model AI yang dikembangkan oleh Meta dapat meningkatkan interaksi di Instagram dan Facebook, serta membantu usaha kecil dalam membuat iklan. Zuckerberg menambahkan bahwa perusahaan sedang mengembangkan agen AI, yaitu chatbot yang dapat beroperasi secara semi-otonom. "Segera, kita akan punya agen yang bisa bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu atas nama Anda. Agen pribadi yang luar biasa harus siap langsung dipakai," katanya.

Dalam upaya menjual model AI dan alat komputasi kepada perusahaan lain, Zuckerberg menyatakan bahwa langkah pertama adalah membuat model AI Muse Spark lebih mudah diintegrasikan oleh perusahaan-perusahaan. "Kami berharap dapat membangun bisnis berskala besar untuk perusahaan-perusahaan besar," tutupnya.

Artikel Terkait